Kapan Manchester City Ketahui Vonis Pelanggaran Keuangan Liga Inggris?

Manchester City terjerat 115 pelanggaran aturan keuangan Premier League dan kini menghadapi proses banding yang bisa berujung sanksi berat.

oleh Naila AdzkhiaDiterbitkan 02 Oktober 2026, 17:30 WIB
Manchester City berhasil memetik kemenangan 3-1 atas tamunya West Ham United di Etihad Stadium pada pekan terakhir Liga Inggris 2023/2024 yang digelar serentak pada Minggu (19/5/2023). Tiga gol kemenangan The Citizens dicetak lewat brace Phil Foden ditambah satu gol dari Rodri, sementara sang tamu hanya mampu mencetak satu gol lewat Mohammed Kudus. Kemenangan ini memastikan Manchester City merebut gelar juara Liga Inggris 2023/2024 dengan raihan 91 poin di klasemen akhir, unggul 2 poin dari Arsenal sebagai runner-up. Gelar ini sekaligus menjadi yang keempat berturut-turut sejak 2020/2021, sebuah torehan yang belum pernah dilakukan klub Inggris mana pun sepanjang sejarah. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City dibayangi ancaman hukuman setelah dinyatakan bersalah dari 115 tuduhan pelanggaran aturan keuangan Premier League. Klub kini bersiap mengajukan banding atas keputusan komisi independen tersebut.

City memiliki waktu hingga Jumat (2/10/2026) untuk mengajukan banding. Jika langkah tersebut dilakukan, proses panjang terkait kasus pelanggaran aturan keuangan itu akan memasuki babak berikutnya.

Situasi tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah klub Premier League. Menurut laporan Sportsmole, beberapa klub menginginkan proses disipliner terhadap Manchester City dapat diselesaikan pada musim 2026/2027.

Peluang keputusan lebih cepat terbuka setelah Premier League menerapkan aturan baru terkait proses disipliner jalur cepat. Aturan tersebut memungkinkan proses banding berlangsung dalam waktu yang lebih singkat, meski masih ada pertanyaan apakah ketentuan itu dapat diterapkan pada kasus Manchester City. 


Banding Manchester City Bisa Berlangsung Cepat

Enzo Fernandez lakoni debut bersama Manchester City saat menghadapi Coventry City di Liga Inggris 2026/2027, Sabtu (5/9/2026). (AFP/Peter Powell)

Berdasarkan aturan baru tersebut, sidang banding seharusnya selesai paling lambat 12 pekan setelah banding diajukan. Jika Manchester City mengajukan banding pada 2 Oktober, batas teoritis penyelesaian sidang akan jatuh pada 25 Desember 2026.

Sidang banding sendiri diperkirakan berlangsung maksimal lima hari. Setelah itu, komisi memiliki waktu 30 hari untuk menghasilkan keputusan akhir. Dengan skenario tersebut, sidang dapat berlangsung pada Desember dan keputusan mempunyai potensi keluar pada Januari 2027.


Nasib Hukuman Masih Menjadi Teka-Teki

Ilustrasi Manchester City divonis bersalah atas 115 pelanggaran FFP oleh Premier League. (Bola.com/AI)

Meski demikian, penerapan aturan baru tersebut belum sepenuhnya jelas. Pasalnya, kasus Manchester City telah dimulai sebelum regulasi baru diberlakukan.

Selain itu, masih terdapat perbedaan pandangan mengenai kapan proses penentuan hukuman harus dilakukan. Salah satu persoalan yang muncul adalah apakah proses tersebut dapat berjalan bersamaan dengan banding agar tidak menambah waktu penyelesaian kasus.

Untuk saat ini, langkah terdekat tetap menunggu keputusan Manchester City terkait pengajuan banding. Klub sebelumnya telah menyatakan akan menentang temuan komisi independen tersebut dan diperkirakan terus memperjuangkan kasus ini.


Manchester City Hadapi Babak Panjang

Pemain Manchester City, Phil Foden dan Erling Haaland setelah timnya hanya bermain imbang melawan West Ham United dalam laga Premier League 2025/2026, Minggu (15/3/2026) dini hari WIB. (Ian Kington / AFP)

Jika banding Manchester City gagal, perhatian akan beralih pada sanksi yang mungkin dijatuhkan. Namun, belum ada kepastian kapan hukuman tersebut diputuskan. Ferran Soriano juga sebelumnya menyebut proses kasus ini berpotensi berlangsung lebih lama.

Untuk saat ini, 2 Oktober menjadi tanggal penting bagi Manchester City karena merupakan batas waktu pengajuan banding. Setelah itu, klub masih harus melewati proses banding sebelum nasib akhir terkait 114 pelanggaran tersebut diketahui.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya