Emiten TOWR Siapkan Rp 500 Miliar untuk Buyback Saham

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan buyback saham mulai hari ini, Rabu, (30/9/2026)

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 30 September 2026, 14:08 WIB
Anak usaha emiten menara PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), PT Iforte Solusi Infotek (Iforte)

Liputan6.com, Jakarta - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham maksimal Rp 500 miliar. Buyback saham itu dilakukan mulai 30 September-30 Desember 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (30/9/2026), PT Sarana Menara Nusantara Tbk akan buyback saham sekitar 2% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Jumlah saham itu setara 1.183.151.916 saham. Buyback saham itu akan dilakukan dalam waktu tiga bulai pada 30 September-30 Desember 2026.

“Perseroan dapat mengakhiri periode pembelian kembali saham sebelum batas waktu yang ditentukan di atas jika biaya pembelian kembali saham dan atau target jumlah nilai nominal seluruh saham yang akan dibeli kembali telah tercapai atau karena alasan lainnya,” demikian mengutip keterbukaan informasi BEI.

Perseroan yakni pelaksanaan rencana buyback saham tidak memberikan dampak yang material terhadap pendapatan, kegiatan usaha, dan kinerja keuangan perseroan.

Perseroan akan memakai dana internal untuk buyback saham dan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kebutuhan modal kerja dan sumber pendanaan yang cukup.

“Pembelian kembali saham ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga saham pada masa yang akan datang dan memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Metoda dan pembatasan harga saham dalam pelaksanaan buyback saham akan dilakukan oleh perseroan sesuai ketentuan POJK Nomor 29/2023. Perseroan akan menunjuk PT BCA Sekuritas untuk buyback saham selama periode pembelian kembali saham dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Berdasarkan data RTI, pada perdagangan saham Rabu, 30 September 2026 pukul 13.59 WIB, harga saham TOWR naik 3,57% menjadi Rp 406 per saham. Harga saham TOWR dibuka naik dua poin menjadi Rp 394 per saham. Harga saham TOWR berada di level tertinggi Rp 408 dan terendah Rp 394 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 2.459 kali dengan volume perdagangan saham 352.626 saham. Nilai transaksi harian Rp 14,1 miliar.

Lingkarmulia Indah Beli Saham TOWR Rp 103,50 Miliar

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, salah satu pemegang saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yakni PT Lingkarmulia Indah meningkatkan kepemilikan saham TOWR pada awal Juni 2026. Tujuan pembelian saham untuk diversifikasi investasi.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (27/7/2026), Lingkarmulia Indah membeli 300 juta saham TOWR dengan harga Rp 345 per saham pada 3 Juni 2026. Dengan demikian, nilai transaksi pembelian saham TOWR itu mencapai Rp 103,50 miliar.

“Tujuan transaksi diversifikasi investasi, status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Setelah transaksi pembelian saham TOWR, Lingkarmulia Indah memiliki 3,15 miliar saham TOWR atau setara 5,33%. Sebelumnya, Lingkarmulia Indah mengenggam 2,85 miliar saham TOWR atau setara 4,83%. Adapun Lingkarmulia bukan pengendali dari saham TOWR.

Berdasarkan data RTI, harga saham TOWR ditutup naik 1% menjadi Rp 406 per saham. Harga saham TOWR dibuka stagnan di Rp 402 per saham. Saham TOWR berada di level tertinggi Rp 406 dan terendah Rp 396 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.030 kali dengan volume perdagangan saham 391.596 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 15,7 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,17% menjadi 6.185,78. Indeks LQ45 terpangkas 0,36% menjadi 612,55. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.219,41 dan level terendah 6.144,27. Sebanyak 341 saham melemah sehingga bebani IHSG. 307 saham menguat dan 147 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.818.406 kali dengan volume perdagangan saham 27,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,2 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya