Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian layanan operasional sejumlah rute menyusul aksi unjuk rasa yang berlangsung di sekitar gedung MPR/DPR, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta Ayu Wardhani mengatakan penyesuaian dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pelanggan. Pembaruan kondisi operasional tersebut berlaku hingga pukul 13.10 WIB.
Advertisement
“Sehubungan dengan berlangsungnya aksi menyampaikan pendapat di sekitar gedung MPR/DPR, Transjakarta menyampaikan pembaruan informasi operasional terkini,” kata Ayu di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Berdasarkan pembaruan tersebut, terdapat dua rute yang dihentikan sementara, yakni rute 1F Stasiun Palmerah-Bundaran Senayan dan 1B Stasiun Palmerah-Tosari.
Selain itu, Transjakarta memperpendek layanan 8N Kebayoran-Petamburan via Asia Afrika. Layanan rute tersebut untuk sementara hanya beroperasi hingga pemberhentian Taman Ria.
Sementara itu, delapan rute Transjakarta dialihkan melalui jalan tol. Konsekuensinya, sejumlah halte atau pemberhentian yang berada di lintasan normal tidak dapat dilayani selama pengalihan berlangsung.
Tak hanya itu, rute yang dialihkan melalui tol yakni T31 rute Pluit 2-Blok M, SH2 rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, 951 rute Alam Sutera-Blok M, 9A rute Pinang Ranti-Pluit, 3F rute Kalideres-Gelora Bung Karno, 1W rute Blok M-Ancol, dan 10H rute Bundaran Senayan-Tanjung Priok.
Bersifat Dinamis
Ayu mengatakan penyesuaian operasional tersebut bersifat dinamis. Transjakarta terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara real-time.
“Penyesuaian ini bersifat dinamis. Transjakarta akan terus memantau situasi di lapangan secara real-time dan melakukan penyesuaian tambahan jika diperlukan,” ujarnya.
Operasional layanan akan dikembalikan ke rute normal setelah kondisi di sekitar gedung MPR/DPR dinyatakan kondusif oleh pihak berwenang.
Transjakarta juga mengimbau pelanggan untuk mengecek informasi operasional terbaru melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan kanal media sosial resmi sebelum melakukan perjalanan.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” kata Ayu.