Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Banten Andra Soni mendatangi kediaman jurnalis Merdeka.com, Arie Basuki, di Perumahan Palem Ganda Asri Limo, Depok, Jumat (25/9/2026). Arie Basuki merupakan salah satu jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu.
Merdeka.com dan Liputan6.com merupakan situs berita yang berada di bawah KLY.
Advertisement
Andra Soni mengatakan, kedatangannya ke kediaman Arie Basuki untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan terakhir upaya pencarian. Diketahui, operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal secara resmi dihentikan pada 17 September 2026.
"Walaupun operasinya dihentikan, namun upaya-upaya pencarian melalui cara yang berbeda, bukan operasi, itu tetap dilaksanakan," ujarnya, Jumat (25/9/2026).
Perkembangan terkini, satu jenazah ditemukan di wilayah Enggano, Bengkulu Utara. Setelah dilakukan tes DNA, jenazah tersebut dinyatakan sebagai Suratman, ABK kapal yang membawa lima jurnalis.
Pemerintah Provinsi Banten akan terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan keluarga korban lainnya agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
"Kami Pemerintah Provinsi Banten anggap sebagai keluarga Ibu (istri Arie Basuki), jadi kalau ada apa-apa kontak nomor kita, masih sering kontak-kontak," jelasnya.
Andra Soni mengungkapkan alasan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga ABK kapal yang hilang sempat dihentikan secara resmi. Menurutnya, penghentian dilakukan karena tidak ditemukan tanda-tanda yang menunjukkan jejak lima jurnalis dan tiga ABK kapal tersebut.
"Sejak tanggal 12 September sampai ke sini kita tidak menemukan lagi tanda-tanda, sehingga operasi dianggap sudah tidak efektif maka dihentikan," ungkapnya.
Andra Soni menuturkan, jenazah yang ditemukan di wilayah Enggano awalnya belum dapat diidentifikasi dan ditemukan saat proses pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak masih berlangsung. Namun, jenazah tersebut kemudian dikonfirmasi sebagai Suratman.
"Tadi kemarin itu disampaikan juga oleh Kepala Basarnas Banten bahwa komunikasi dengan seluruh pihak, broadcast dilakukan dan setiap informasi-informasi baru, salah satunya penemuan jenazah di Muko-Muko, itu juga ditindaklanjuti dan ternyata itu bukan bagian dari korban," tuturnya.
Andra Soni meminta keluarga dan seluruh pihak untuk mendoakan agar lima jurnalis dan dua ABK yang masih hilang dapat segera ditemukan.
"Jadi dari pihak keluarga, kita semua mohon doa kepada Yang Maha Kuasa dan mohon juga kepada masyarakat Indonesia, untuk sama-sama mendoakan agar kawan-kawan kita ini bisa ditemukan," pintanya.
Istri Arie Berharap Pencarian Dilanjutkan
Sementara itu, istri Arie Basuki, Sri Damayanti, mengapresiasi kedatangan Gubernur Banten Andra Soni yang datang dari jauh di tengah kesibukannya untuk menemui keluarga.
Perempuan yang kerap disapa Yanti tersebut menerima informasi mengenai rencana pencarian yang akan dilanjutkan kembali.
"Setelah dapat penjelasan, ya setelah ditemukan jenazah kemarin, pencarian bisa dilanjutkan. Bagaimanapun caranya, karena kita belum dapat kejelasan. Kita juga ingin kejelasan tentang suami saya dan rekan-rekannya juga," ucap Yanti.
Yanti meyakini suaminya dapat segera ditemukan dalam kondisi yang diharapkan keluarga. Ia mengaku terus berdoa untuk keselamatan Arie Basuki dan rekan-rekannya yang masih hilang kontak.
"Insya Allah, harapan sih selalu ada, semoga keajaiban itu masih ada," terang Yanti.
Dukungan untuk Keluarga Arie BasukiSebelumnya, dukungan simpati dan moral terus mengalir bagi keluarga Arie Basuki, jurnalis Merdeka.com yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta DPRD Kota Depok mendatangi langsung kediaman Arie di Depok, Jawa Barat.
Chief Content Officer (CCO) Kapan Lagi Youniverse (KLY), Wenseslaus Manggut, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Dirjen Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, yang menyempatkan diri berbincang dan memberikan penguatan secara langsung kepada istri Arie Basuki.
"Saya kira dalam masa penantian seperti ini memang perlu banyak ngobrol, untuk saling menguatkan dan saling menghibur, dan rasanya mewakili perusahaan dan teman-temannya Ari, kita terima kasih sekali," ujar Wenseslaus, Jumat (25/9/2026).
Pria yang biasa disapa Kak Wens itu menegaskan pihak manajemen terus mendampingi keluarga korban selama proses penanganan berlangsung.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Basarnas, Pemerintah Daerah Banten, serta instansi terkait yang dinilainya telah bekerja secara maksimal dan responsif dalam menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat.
"Betapapun misalnya mungkin merasa bahwa kayaknya enggak, tapi mereka terus suruh. Itu artinya bahwa kita melihat upaya mereka besar sekali untuk mencari teman-teman ini," jelas Wens.