Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Semarang

Sejumah warga di Banyumanik Kota Semarang terdampak kekeringan.

oleh Arief PramonoDiterbitkan 25 September 2026, 06:26 WIB
Penyaluran air bersih ke warga terdampak kekeringan di Semarang

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah kemarau yang membuat sumber mata air dan sumur warga Kota Semarang mengering, bantuan datang dari arah yang tak biasa. Sebanyak 35 wartawan turun ke Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Kamis (24/9/2026). Mereka menyalurkan 16 ribu liter air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan.

Bersama Polda Jateng, sejumlah wartawan dari berbagai media lokal dan nasional menyalurkan bantuan kepada 135 kepala keluarga (KK) di RW 4 Kelurahan Jabungan.

Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian wartawan yang selama ini menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kali ini, kepedulian itu diwujudkan dengan hadir dan membantu warga yang membutuhkan.

"Bersama Bidhumas Polda Jateng, rekan-rekan wartawan turun langsung membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto.

Menurut Yuliyanto, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kemitraan media dan Polda Jateng yang tidak hanya diwujudkan dalam penyampaian informasi, tetapi juga melalui kepedulian sosial.

"Ada kepedulian dan semangat gotong royong yang ingin kita bangun. Ketika masyarakat membutuhkan, kita berusaha hadir bersama-sama dan memberikan apa yang bisa kita lakukan," terang Yulianto.

Dua tangki air masing-masing berkapasitas 8.000 liter disalurkan untuk warga RW 4. Bantuan tersebut dibagikan kepada 51 KK di RT 1, 49 KK di RT 2, dan 35 KK di RT 3.

Lurah Jabungan, M Chasani, mengatakan, warga mulai kesulitan mendapatkan air sejak sekitar Juli 2026. Kondisi semakin terasa pada Agustus, ketika hujan mulai jarang turun dan sejumlah sumur warga mengering.

"Bantuan air bersih ini sangat membantu warga. Setidaknya dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga untuk satu sampai dua hari ke depan," ungkap Chasani.

Ketua RW 4 Kelurahan Jabungan, Solikhin, mengapresiasi bantuan tersebut. Sebab saat ini, warga harus mengandalkan bantuan air karena sumber air di lingkungan mereka mulai mengering.

Meski bantuan tersebut belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan air warga, namun diharapkan dapat membantu meringankan dalam menghadapi kekeringan.

Bagi para wartawan, kegiatan tersebut menjadi cara lain untuk hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya mencari dan menyampaikan informasi, mereka kali ini turun membawa bantuan bagi warga yang terdampak kekeringan.

Yuliyanto berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan. Kemitraan media dan Polri dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi kepedulian rekan-rekan wartawan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari semangat bersama untuk membantu masyarakat," ungkapnya.

Selama musim kemarau yang terjadi dalam beberapa bulan ini, Polda Jateng telah menyalurkan sebanyak 5.714.000 liter air bersih ke berbagai wilayah Jawa Tengah.

Tak hanya membagikan air, Polda Jateng juga menyiapkan solusi jangka panjang. Di Kelurahan Jabungan, Ditreskrimsus Polda Jateng tengah mengerjakan sumur bor dengan kedalaman sekitar 60 meter yang diharapkan dapat dimanfaatkan warga.

"Persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian dan gotong royong banyak pihak. Hari ini wartawan dan Polri bersama-sama hadir untuk membantu warga," pungkas Yuliyanto.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya