3 Saham Pilihan Analis Hari Ini Kamis 24 September 2026

Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memilih tiga saham untuk dicermati pada perdagangan saham Kamis, (24/9/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 September 2026, 10:37 WIB
Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memprediksi laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melemah pada perdagangan saham Kamis, (24/9/2026). IHSG hari ini akan bergerak di kisaran 6.250-6.340.

Dalam catatan Ajaib Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, Rabu, 23 September 2026, IHSG ditutup naik 1,56% atau 97,86 poin ke level 6.374. Meskipun IHSG rebound, investor asing masih tercatat outflow di pasar reguler senilai Rp 468 miliar. Saham Big Banks masih jadi incaran outflow investor asing BBRI (Rp 187 miliar) dan BMRI (Rp 128 miliar).

"Keputusan mempertahankan BI-Rate di level 5,75% di tengah kenaikan suku bunga global dan lonjakan harga minyak bertujuan mencegah beban ganda (double squeeze) pada sektor riil, dengan mengalihkan fokus stabilisasi rupiah ke instrumen moneter non-suku bunga dan intervensi valas,” ujar Ratih dalam catatannya.

Ia menuturkan, terbukti, pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2026 naik 13,65% (yoy) Vs menguat 13,58% yoy pada Juli 2026.

Dari emiten, jajaran manajemen rajin mengakumulasi saham PT Astra International Tbk (ASII). Rangkaian transaksi non-repo (murni investasi) atas saham ASII dilakukan oleh Rudy (Direksi) dan Prijono Sugiarto (Dewan Komisaris) berlangsung sejak 21–22 September 2026, mencatatkan total volume akumulasi sebesar 4.408.700 saham dengan total nilai transaksi Rp 21,18 Miliar, Weighted Average Price (WAP) gabungan Rp 4.805,09/saham. Saham ASII dalam 2 bulan terakhir turun 7% ke level Rp 4.750.

Dari global, Bursa Wall Street kompak melemah Indeks Nasdaq -1,13% dan S&P 500 -0,75%. Terjadi aksi jual di pasar obligasi AS yang mendorong imbal hasil Treasury 10 tahun naik signifikan menguat 3,13% dalam sehari ke level 5,11% (level tertinggi sejak 2007).

Selain itu, profit taking di pasar ekuitas juga senada dengan lonjakan harga minyak mentah Brent bertambah 4,4% ke level US$ 103,62 per barel seiring dengan kembali meningkatnya tensi antara AS dan Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyatakan Iran tidak akan menyerah pada tekanan maupun ancaman AS dalam pertemuan PBB ke-81 di New York.

Untuk rekomendasi saham pilihan hari ini, Ratih memilih saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Industri Farmasi dan Jamu Sido Muncul Tbk (SIDO), dan PT Sawitmas Sumber Sarana Tbk (SSMS).

 

 

Saham-saham Pilihan Ajaib Sekuritas 24 September 2026

1.PT AKR Corporindo Tbk (Accum Buy)

Closing Price: 1.460

TP :1.500

Stop loss: 1.400

AKRA berpotensi bullish reversal, posisi harga di area support. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas indikasi rebound

“AKRA menarik dicermati seiring dengan lonjakan harga minyak mentah Brent 4,4% ke level US$ 103,62 per barel seiring dengan kembali meningkatnya tensi antara AS dan Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak akan menyerah pada tekanan maupun ancaman AS dalam pertemuan PBB ke 81 di New York,” ujar Ratih.

2.PT Industri Farmasi dan Jamu Sido Muncul Tbk (SIDO) (Accum Buy)

Closing Price: 354

TP : 364

Stop loss: 340

SIDO posisi harga sideways sejak agustus 2026. Saat ini harga di area support, berpotensi reversal yang tercermin dari indikator stochastic crossing.

“Kami menilai, melalui analisis regresi CAPM terhadap 1.200 sampel imbal hasil harian (periode Sep 2021–Sep 2026), sektor kesehatan (IDXHEALTH) terbukti secara statistik sebagai instrumen defensif karena memiliki sensitivitas pasar yang sangat rendah (Beta 0,427) serta 81,3% pergerakannya independen dari fluktuasi IHSG (R-Squared 18,7%),” ujar dia.

3.PT Sawitmas Sumber Sarana Tbk (SSMS) (Accum Buy)

Closing Price: 1.060

TP : 1.090

Stop loss: 1.000

“SSMS posisi harga di area support berpotensi reversal membentuk pola morning star. Indikator MACD bar histogram melemah terbatas dalam momentum akumulasi,” kata Ratih.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya