Mau Bangkit, Manchester United Harus Benahi Lini Pertahanan

Pertahanan Manchester United dinilai terlalu keropos.

oleh Serafinus Sapto Prasetyo UnuspasiDiterbitkan 23 September 2026, 20:19 WIB
Para pemain Manchester City bersiap menghadapi tendangan bebas yang dilakukan oleh penyerang asal Inggris milik Manchester United, Marcus Rashford (nomor punggung 9), dalam pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Eks Manchester United, Phil Bardsley baru-baru ini mengomentari start buruk mantan timnya di musim 2026/2027. Ia mengakui bahwa lini pertahanan jadi titik lemah Setan Merah saat ini.

Usai finish di peringkat tiga klasemen akhir EPL di musim lalu, banyak yang menjagokan Manchester United akan menjadi penantang gelar yang serius di musim 2026/2027 ini. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan tidak demikian.

Tim besutan Michael Carrick itu menjalani start buruk di musim 2026/2027. Setan Merah hanya meraih satu kemenangan dari lima laga perdana EPL musim 2026/2027.

Catatan itu semakin mengenaskan setelah MU tersingkir lebih awal di Carabao Cup musim ini. Mereka kalah 2-3 saat menghadapi Brighton di Old Trafford baru-baru ini.

Simak komentar lengkap Bardsley di bawah ini.


Lini Pertahanan Keropos

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, bereaksi usai pertandingan Liga Inggris antara Everton dan Manchester United di Stadion Hill Dickinson di Liverpool, Inggris barat laut, pada 6 September 2026. (PETER POWELL/AFP)

Dalam wawancaranya di Goal International, Bardsley menilai Manchester United sebenarnya terlihat cukup solid ketika ditangani Michael Carrick musim lalu. Namun, situasinya kini berubah dan koordinasi di barisan pertahanan terlihat tidak lagi menyatu.

Menurut Bardsley, persoalan utama bukan hanya kualitas individu para pemain belakang, tetapi juga kurangnya otoritas dan kepemimpinan di atas lapangan.

"Pada akhirnya, jika melihat lini pertahanan secara keseluruhan, kita memang bisa mengatakan bahwa empat bek ini bukan yang terbaik di dunia. Namun, sebagai sebuah kesatuan, kami harus bermain lebih agresif," ujar Bardsley.

"Kami harus lebih menuntut satu sama lain. Dan itulah yang membuat saya khawatir, karena tuntutan tersebut tidak cukup terlihat. Ketika kebobolan, kami hanya berbalik dan kembali melakukan kick-off."


Saling Mengingatkan

Pemain Manchester United Bruno Fernandes (kanan) merayakan gol bersama Marcus Rashford dalam laga Premier League Inggris antara Man Utd vs Ipswich Town di Manchester, Inggris, Minggu, 30 Agustus 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Bardsley menilai para pemain Manchester United harus lebih berani saling mengingatkan dan meminta pertanggungjawaban ketika terjadi kesalahan. Ia menilai jika satu sama lain tidak saling mengingatkan, maka mereka akan terus terpuruk dan meraih banyak hasil negatif.

"Harus ada tuntutan terhadap satu sama lain dan pemain harus saling bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan, ketika tidak tampil maksimal, atau ketika gagal menghentikan umpan silang maupun tembakan lawan."

"Di sana terlihat adanya kekurangan dalam hal kepemimpinan," tegasnya.

Sumber: Goal International

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya