Pemulihan Gempa NTT Diminta Jangan Berhenti di Tanggap Darurat

Penanganan pascabencana di NTT terus diprioritaskan hingga pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat terdampak selesai sepenuhnya.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 20 September 2026, 15:20 WIB
PSI meminta penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) difokuskan pada pemulihan jangka panjang, bukan sebatas masa tanggap darurat. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta penanganan pascabencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) difokuskan pada pemulihan jangka panjang, bukan sebatas masa tanggap darurat.

Direktur Kebencanaan DPP PSI, Anthony Norman Lianto, menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemulihan ekonomi warga terdampak harus menjadi perhatian utama pascabencana.

“Penanganan pascabencana harus menjadi prioritas bersama. Setelah masa tanggap darurat, masyarakat masih menghadapi banyak kebutuhan, mulai dari tempat tinggal, infrastruktur dasar, layanan publik, sampai pemulihan aktivitas ekonomi,” ujar Norman, Rabu (23/9/2026).

Norman menjelaskan, proses pemulihan membutuhkan konsolidasi dan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, penanganan bencana tidak cukup hanya dengan menyalurkan bantuan awal, tetapi harus memastiikan masyarakat dapat kembali hidup secara mandiri dan aman.

“Ini bukan soal siapa yang paling banyak hadir atau siapa yang paling cepat memberikan bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh kekuatan yang ada dapat dikonsolidasikan untuk memastikan masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan dukungan dalam proses pemulihan,” kata Norman.

Ia juga mengingatkan agar perhatian dan pendampingan bagi warga NTT tidak menyurut seiring berkurangnya pemberitaan di media massa.

“Harapannya, perhatian kita tidak berhenti ketika pemberitaan mengenai bencana mulai berkurang. Justru ketika sorotan mulai beralih, proses pemulihan masyarakat harus tetap berjalan dan menjadi prioritas bersama,” tegasnya.

Norman menambahkan, fokus perbaikan tidak boleh terbatas pada bangunan fisik, melainkan juga menyangkut keberlanjutan roda perekonomian dan aktivitas sosial warga.

“Yang kita pulihkan bukan hanya rumah dan fasilitas umum, tetapi kehidupan masyarakatnya,” tutur Norman.

 

Jokowi Kunjungi Korban Bencana NTT

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyambangi tenda pengungsian penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menyambangi tenda pengungsian penyintas gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 16 September 2026 malam.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau langsung penanganan dampak bencana pascagempa tektonik bermagnitudo 7,7 yang menguncang kawasan Flores dan sekitarnya pada pertengahan Agustus 2026 lalu. Bencana tersebut merusak ribuan bangunan di Kabupaten Sikka serta melumpuhkan akses jalan dan jaringan infrastruktur di Pulau Palue akibat material longsoran.

Dalam peninjauannya di tenda darurat, Jokowi berinteraksi langsung dengan warga untuk memastikan kondisi kesehatan serta keberlanjutan pasokan logistik. Kunjungan ini turut didampingi oleh Putra Bungsu Jokowi yang juga Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, serta Sekretaris Dewan Pembina DPP PSI Grace Natalie.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para tokoh adat setempat dan Jokowi atas kepedulian serta bantuan yang diberikan kepada para korban terdampak.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyelesaikan pemetaan tingkat kerusakan fisik bangunan warga. Pada kesempatan tersebut, ia mengonfirmasi penerimaan bantuan logistik dari Jokowi berupa bahan bangunan dan penampung air.

"Kita sudah cek, mana rusak ringan, rusak sedang, dan rusak berat. Pak Jokowi sudah mengirim semen, mengirim seng, juga ribuan tandon air. Terima kasih banyak, Pak Jokowi,” kata Juventus di hadapan warga pengungsi.

Juventus menambahkan bahwa penanganan bencana di Kabupaten Sikka kini berfokus pada tahap pemulihan pasca-tanggap darurat, dan seluruh data warga terdampak telah terverifikasi.

"Terima kasih Bapak Laki Mosa, terima kasih sudah terima Bapak Jokowi di sini. Kita punya tugas di sini. Saya sebagai bupati, sebagai pemerintah, sudah mendata semua,” pungkasnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya