Nusron Wahid Buka Suara Soal Mundur dari Kepengurusan Golkar

Nusron Wahid mengatakan keputusan tersebut telah lama dibicarakan bersama Ketum Golkar Bahlil Lahadalia.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 21 September 2026, 14:19 WIB
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid (Liputan6/com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Nusron Wahid buka suara mengenai pengunduran dirinya dari kepengurusan DPP Partai Golkar. Ia mengatakan keputusan tersebut telah lama dibicarakan bersama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia.

"Kalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil, dari tahun lalu," kata Nusron kepada wartawan, Senin (21/9/2026).

Nusron menyerahkan penjelasan lebih lanjut mengenai pengunduran dirinya kepada Bahlil selaku ketua umum.

"Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak bahlil selaku ketua umum, kami sudah pernah diskusi masalah itu lama," sambungnya.

Namun, Nusron tidak menjelaskan lebih lanjut alasan dirinya meninggalkan struktur kepengurusan DPP Partai Golkar.

 

Dibenarkan Golkar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), Nusron Wahid ditemui di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (10/12/2025). (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji membenarkan bahwa Nusron telah mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Menurut Sarmuji, pengunduran diri tersebut disampaikan Nusron secara langsung kepada Bahlil.

“Ya. Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu. Pak Nusron menemui langsung Ketua Umum,” kata Sarmuji dalam keterangannya, Sabtu malam (19/9/2026).

Dalam struktur DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron sebelumnya menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian. Meski tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, statusnya sebagai kader Golkar tetap dipertahankan.

“Ya beliau tetap menjadi anggota Golkar,” ujarnya.

Sarmuji juga mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan Nusron mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

“Saya tidak tahu persis alasannya. Mungkin ingin fokus ke hal lain,” kata Sarmuji.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya