Liputan6.com, Jakarta - Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menilai olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, tangguh, disiplin, dan memiliki karakter positif.
Karena itu, Maryono berharap Liga Santri Wali Kota Cup dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak santri.
Advertisement
“Saya berharap para santri terus mengembangkan potensi yang dimiliki, baik di bidang keagamaan, pendidikan, maupun olahraga. Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk terus belajar, berproses, dan menjadi generasi muda yang membanggakan,” ujar Maryono, Jumat (18/9).
Berlangsung selama 14 hari, dari 4 hingga 18 September, Liga Santri Wali Kota Cup digelar di dua lokasi, yakni Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh.
Maryono mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Liga Santri Wali Kota Cup.
Menurut Maryono, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi para santri untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan.
“Liga Santri ini bukan hanya tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang lebih penting adalah bagaimana kita membangun sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat persaudaraan di antara para santri,” ujar Maryono.
Maryono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
“Selamat kepada seluruh tim yang sudah bertanding. Bagi yang menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang,” tuturnya.
Lebih lanjut, Maryono menegaskan Pemerintah Kota Tangerang akan terus mendorong berbagai kegiatan positif bagi generasi muda, termasuk melalui pengembangan olahraga dan pembinaan kepemudaan.
Ia berharap pelaksanaan Liga Santri Wali Kota Cup dapat terus dikembangkan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Ke depan, kompetisi tersebut diharapkan tidak hanya diikuti pondok pesantren dari Kota Tangerang, tetapi juga dapat mengundang pondok pesantren dari luar daerah.
“Mudah-mudahan ke depan pesertanya bisa lebih luas, tidak hanya dari Kota Tangerang, tetapi juga pondok pesantren dari luar daerah. Dengan begitu, ajang ini bisa menjadi wadah silaturahmi sekaligus memperkuat persaudaraan antarsantri melalui olahraga,” harapnya.