Liputan6.com, Manggarai: Kondisi gedung Sekolah Dasar Negeri Tangkul di Desa Rendenao, Kabupaten Manggarai, Nusatenggara Timur, sangat memprihatinkan. Sebagian besar muridnya belajar di luar kelas. Pasalnya, dari delapan kelas, hanya dua yang terpakai. Meja dan bangku di kedua kelas yang baru dibangun satu tahun silam itu pun tidak layak pakai. Sejumlah ruangan lain dipakai untuk guru dan kepala sekolah.
Guru SD Tangkul Cornelius Jalus menerangkan, bangunan SD Tangkul didirikan pada 1985. Kondisi bangunan mulai rusak pada 1990. Hampir seluruh dinding retak dan atap kelas bocor. Cornelius dan guru lain mengaku telah sering melapor kepada Dinas Pendidikan Nasional Manggarai. Namun belum mendapat tanggapan serius.
Kurangnya perhatian dari pejabat terkait amat disayangkan. Sebab, bukan hanya SD Tangkul yang kondisinya parah. Bangunan SDN Watu Ci`e di Desa Ngalak Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, juga tidak jauh berbeda. Pengelola kedua sekolah berharap ada perhatian lebih.
Kondisi SD Gunelap III, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, juga memprihatinkan. Puluhan siswanya belajar di madrasah karena bangunan sekolah mereka rusak parah. Setiap hari para murid belajar tanpa bangku dan meja alias lesehan. Ruangan madrasah yang disulap menjadi tiga kelas itu pun temaram sehingga mengganggu pengelihatan [baca: Murid SD Gunelep Menumpang Belajar di Madrasah].
Menurut salah seorang guru SD Gunelep III, para murid yang belajar rata-rata berasal dari kalangan kurang mampu. Jangankan untuk membayar uang bangunan, sebagian siswa malah tidak menggunakan seragam dan sepatu. Kondisi demikian dibiarkan terjadi sejak 10 tahun silam. Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan petang hari, karena madrasah dipakai belajar mengaji pada pagi hari.(KEN/Didimus Payongdore)
Guru SD Tangkul Cornelius Jalus menerangkan, bangunan SD Tangkul didirikan pada 1985. Kondisi bangunan mulai rusak pada 1990. Hampir seluruh dinding retak dan atap kelas bocor. Cornelius dan guru lain mengaku telah sering melapor kepada Dinas Pendidikan Nasional Manggarai. Namun belum mendapat tanggapan serius.
Kurangnya perhatian dari pejabat terkait amat disayangkan. Sebab, bukan hanya SD Tangkul yang kondisinya parah. Bangunan SDN Watu Ci`e di Desa Ngalak Leleng, Kecamatan Poco Ranaka, juga tidak jauh berbeda. Pengelola kedua sekolah berharap ada perhatian lebih.
Kondisi SD Gunelap III, Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, juga memprihatinkan. Puluhan siswanya belajar di madrasah karena bangunan sekolah mereka rusak parah. Setiap hari para murid belajar tanpa bangku dan meja alias lesehan. Ruangan madrasah yang disulap menjadi tiga kelas itu pun temaram sehingga mengganggu pengelihatan [baca: Murid SD Gunelep Menumpang Belajar di Madrasah].
Menurut salah seorang guru SD Gunelep III, para murid yang belajar rata-rata berasal dari kalangan kurang mampu. Jangankan untuk membayar uang bangunan, sebagian siswa malah tidak menggunakan seragam dan sepatu. Kondisi demikian dibiarkan terjadi sejak 10 tahun silam. Kegiatan belajar mengajar juga dilakukan petang hari, karena madrasah dipakai belajar mengaji pada pagi hari.(KEN/Didimus Payongdore)