Penyerang jangkung Juventus dan Timnas Spanyol Fernando Llorente, mengaku dirinya sempat dua kali didekati Real Madrid sebelum akhirnya memutuskan berlabuh ke Turin. Hal itu diutarakan mantan striker Athletic Bilbao berusia 28 tahun ini menjelang digelarnya matchday ketiga penyisihan Grup B Liga Champions antara Los Blancos dan Bianconeri di Santiago Bernabeu, Rabu, 23 Oktober 2013 besok malam.
“Apakah pernah ada ketertarikan dari Madrid? Ya, betul. Memang benar, mereka (Madrid) menunjukkan ketertarikan pada saya secara serius. Tapi, pada akhirnya, sama sekali tidak ada kesepakatan. Tidak ada hasil dari proses negosiasi yang dilakukan,” ujar Llorente seperti yang dikutip AS.
Tak hanya sekali Los Blancos mengutarakan niatnya untuk memboyong Llorente ke Bernabeu. “Berapa kali mereka mencoba untuk merekrut saya? Paling tidak dua kali. Kapan? Terakhir kali saat kontrak kerja saya bersama Bilbao memasuki tahun terakhir (musim 2012-2013). Ketika itu, sebelumnya saya tampil bagus di Europa League,” imbuhnya.
Lalu? “Yang kedua, terjadi ketika kontrak saya tinggal tersisa enam bulan (bursa transfer musim dingin Januari 2013). Namun, setelah itu Madrid tidak lagi menunjukkan keinginannya. Datanglah kubu Juventus. Mereka memberikan saya kepercayaan diri yang lebih,” tegas Llorente yang mengaku awalnya tak pernah berpikir meninggalkan Bilbao. “Pertama kali, tak mungkin untuk meninggalkan klub. Hal itu hanya bisa dilakukan jika Anda membayar klausul rilis dalam kontrak kerja Anda. Jika tidak, ya Anda tetap tinggal.”
Penolakan Llorente akan kontrak baru membuatnya di musim lalu mendapat hukuman, kerap duduk di bangku cadangan. “Sampai hari ini pun saya tidak dapat memahami mengapa mereka melakukannya. Athletic (Bilbao) adalah klub yang berbasis pemain muda dan mereka tidak boleh menjual para pemain terbaiknya. Itulah penjelasan yang saya terima. Tapi, apa yang terjadi pada, saya yakini, merupakan langkah klub untuk memberikan pelajaran pada pemain lainnya sehingga mereka tidak akan meninggalkan klub.”(*)
“Apakah pernah ada ketertarikan dari Madrid? Ya, betul. Memang benar, mereka (Madrid) menunjukkan ketertarikan pada saya secara serius. Tapi, pada akhirnya, sama sekali tidak ada kesepakatan. Tidak ada hasil dari proses negosiasi yang dilakukan,” ujar Llorente seperti yang dikutip AS.
Tak hanya sekali Los Blancos mengutarakan niatnya untuk memboyong Llorente ke Bernabeu. “Berapa kali mereka mencoba untuk merekrut saya? Paling tidak dua kali. Kapan? Terakhir kali saat kontrak kerja saya bersama Bilbao memasuki tahun terakhir (musim 2012-2013). Ketika itu, sebelumnya saya tampil bagus di Europa League,” imbuhnya.
Lalu? “Yang kedua, terjadi ketika kontrak saya tinggal tersisa enam bulan (bursa transfer musim dingin Januari 2013). Namun, setelah itu Madrid tidak lagi menunjukkan keinginannya. Datanglah kubu Juventus. Mereka memberikan saya kepercayaan diri yang lebih,” tegas Llorente yang mengaku awalnya tak pernah berpikir meninggalkan Bilbao. “Pertama kali, tak mungkin untuk meninggalkan klub. Hal itu hanya bisa dilakukan jika Anda membayar klausul rilis dalam kontrak kerja Anda. Jika tidak, ya Anda tetap tinggal.”
Penolakan Llorente akan kontrak baru membuatnya di musim lalu mendapat hukuman, kerap duduk di bangku cadangan. “Sampai hari ini pun saya tidak dapat memahami mengapa mereka melakukannya. Athletic (Bilbao) adalah klub yang berbasis pemain muda dan mereka tidak boleh menjual para pemain terbaiknya. Itulah penjelasan yang saya terima. Tapi, apa yang terjadi pada, saya yakini, merupakan langkah klub untuk memberikan pelajaran pada pemain lainnya sehingga mereka tidak akan meninggalkan klub.”(*)