PT Pertamina (Persero) menggandeng Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk memperkuat komitmen pemanfaatan Bahan Bakar Gas (BBG) dengan menjadikan Pertamina Envogas sebagai bahan bakar kendaraan operasional di lingkungan TNI.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan penggunaan Pertamina Envogas untuk kendaraan di lingkungan TNI merupakan langkah yang penting dalam rangka mengalihkan bahan bakar transportasi, dengan estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini cukup siginifikan.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Pertamina dan TNI dalam upaya membantu pemerintah mewujudkan hasil konversi PBB terkait perubahan iklim, dengan salah satu komitmennya berupa program penggunaan energi ramah lingkungan atau Program Langit Biru.
Dia menuturkan, Program Langit Biru yang pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi.
"Pertamina sebagai BUMN energi nasional, mendapat tugas sebagai pelaksana penyediaan infrastruktur dan pendistribusian bahan bakar CNG tersebut. Pemanfaatan Pertamina Envogas untuk kendaraan operasional TNI juga merupakan dukungan terhadap langkah Pemerintah dalam mengurangi konsumsi BBM dan mengalihkannya ke bahan bakar gas," kata Hanung, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (2/8/2013).
Menurut dia, dengan peluncuran program penggunaan BBG di lingkungan TNI, diharapkan kedepannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain itu adanya langkah ini, diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih konsumsi BBM transportasinya kepada bahan bakar gas.
"Dengan demikian, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat bahan bakar gas dibanding penggunaan bahan bakar minyak, antara lain udara yang lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkap dia. (Pew/Nur)
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina, Hanung Budya mengatakan penggunaan Pertamina Envogas untuk kendaraan di lingkungan TNI merupakan langkah yang penting dalam rangka mengalihkan bahan bakar transportasi, dengan estimasi total konsumsi bahan bakar gas yang dibutuhkan di sektor ini cukup siginifikan.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Pertamina dan TNI dalam upaya membantu pemerintah mewujudkan hasil konversi PBB terkait perubahan iklim, dengan salah satu komitmennya berupa program penggunaan energi ramah lingkungan atau Program Langit Biru.
Dia menuturkan, Program Langit Biru yang pernah digerakkan sebelumnya merupakan program yang berkesinambungan dengan program diversifikasi BBM ke BBG yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden No.64 tahun 2012 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga BBG CNG (compressed natural gas) untuk transportasi.
"Pertamina sebagai BUMN energi nasional, mendapat tugas sebagai pelaksana penyediaan infrastruktur dan pendistribusian bahan bakar CNG tersebut. Pemanfaatan Pertamina Envogas untuk kendaraan operasional TNI juga merupakan dukungan terhadap langkah Pemerintah dalam mengurangi konsumsi BBM dan mengalihkannya ke bahan bakar gas," kata Hanung, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Senin (2/8/2013).
Menurut dia, dengan peluncuran program penggunaan BBG di lingkungan TNI, diharapkan kedepannya kebutuhan bahan bakar transportasi bagi armada TNI dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
Selain itu adanya langkah ini, diharapkan dapat memotivasi institusi dan lembaga-lembaga lainnya untuk beralih konsumsi BBM transportasinya kepada bahan bakar gas.
"Dengan demikian, kita bisa mendapatkan berbagai manfaat bahan bakar gas dibanding penggunaan bahan bakar minyak, antara lain udara yang lebih bersih, keberlanjutan pasokan bahan bakar dari ketersediaan gas yang berlimpah, serta mendukung program dunia dalam menahan laju pemanasan global. Tentunya, Pertamina juga akan terus melakukan upaya serius untuk mengembangkan SPBG dan infrastruktur yang diperlukan guna mendukung program diversifikasi ini," ungkap dia. (Pew/Nur)