IHSG Hari Ini 19 Januari 2026 Bergejolak Usai Libur, Rupiah Melemah

Mayoritas sektor saham melemah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sentuh 16.900 menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

oleh Agustina MelaniTira SantiaDiterbitkan 19 Januari 2026, 09:58 WIB
Hal tersebut buntut keputusan Beijing yang membalas kebijakan Donald Trump dengan kenaikan tarif sebesar 84 persen. (BAY ISMOYO/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  bervariasi pada perdagangan saham Senin, (19/1/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang melemah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 23,3 poin ke posisi 9.098,7. Pada pukul 09.32 WIB, IHSG melemah 0,27% ke posisi 9.050. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,29% ke posisi 887. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

Analis Pasar Modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menilai ruang penguatan IHSG tetap terbuka dengan dukungan teknikal dan sentimen domestik.

Pada perdagangan pagi ini, mayoritas bursa Asia dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 tercatat turun 0,32 persen, sementara HangSeng melemah 0,29 persen.

"Pada pagi ini (saat laporan ini dibuat), mayoritas melemah. Seperti Indeks Nikkei 225 melemah -0,32 persen dan Indeks Hangseng melemah -0,29 persen," kata Reza dalam keterangannya.

Meski demikian, ia memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang support 9.007 dan resistance 9.125 dengan kecenderungan menguat. Proyeksi ini didorong oleh kondisi teknikal yang relatif terjaga serta minat beli yang masih terlihat di pasar domestik.

"Kami memproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran support pada level 9.007 dan resistance pada level 9.125 dengan kecenderungan menguat," ujarnya.

Perdagangan Saham

Pada perdagangan saham Senin pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 9.109,03 dan level terendah 9.025,99. Sebanyak 333 saham melemah sehingga bebani IHSG. 258 saham menguat dan 135 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.102.153 kali dengan volume perdagangan saham 16,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.909.

Mayoritas sektor saham memerah. Sektor saham energi turun 0,55%, sektor saham basic susut 1,19%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,29%. Lalu sekotr saham keuangan turun 0,14%, sektor saham teknologi melemah 1,15%, sektor saham infrastruktur tergelincir 0,62%, dan sektor saham transportasi melemah 1%.

Selain itu, sektor saham industri menguat 1,37%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,14%, sektor saham siklikal mendaki 0,48% dan sektor saham properti meroket 0,47%.

 

Gerak Saham

Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga saham BRPT naik 0,35% ke posisi Rp 2.840. Harga saham BRPT dibuka stagnan di posisi Rp 2.830 per saham. Saham BRPT berada di level tertinggi Rp 2.850 dan level terendah Rp 2.780 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.619 kali dengan volume perdagangan saham 128.224 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 36,2 miliar.

Harga saham CTRA menguat 1,6% ke posisi Rp 950 per saham. Saham CTRA dibuka bertambah 10 poin ke posisi Rp 950 per saham. Saham CTRA berada di level tertinggi Rp 990 dan level terendah Rp 945 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.191 kali dengan volume perdagangan saham 502.916 saham. Nilai transaksi harian Rp 48,4 miliar.

Harga saham ICBP menguat 0,62% ke posisi Rp 8.100 per saham. Saham ICBP dibuka stagnan di posisi Rp 8.050 per saham. Harga saham ICBP berada di level tertinggi Rp 8.150 dan level terendah Rp 8.050 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.032 kali dengan volume perdagangan 13.472 saham. Nilai transaksi Rp 10,9 miliar.

Harga saham PWON melemah 2,08% ke posisi Rp 376 per saham. Saham PWON dibuka stagnan di posisi Rp 384 per saham. Harga saham PWON berada di level tertinggi Rp 388 dan terendah Rp 376 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 8.409 kali dengan volume perdagangan saham 457.119 saham. Nilai transaksi Rp 17,4 miliar.

Top Gainers-Losers

Sebanyak 672 saham turun, 30 naik, dan 95 lainnya tetap atau stagnan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham BELL menguat 34,55%
  • Saham ESTI menguat 33,68%
  • Saham INOV menguat 30,05%
  • Saham ZATA menguat 28,96%
  • Saham INTD menguat 22,67%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham SOHO merosot 14,79%
  • Saham CTBN merosot 13,46%
  • Saham AYLS merosot 13,04%
  • Saham KIOS merosot 11,21%
  • Saham TALF merosot 10,95%

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 877,5 miliar
  • Saham INET senilai Rp 451 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 404,5 miliar
  • Saham ANTM senilai Rp 257,7 miliar
  • Saham BBCA senilai Rp 249 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 92.111 kali
  • Saham ZATA tercatat 66.489 kali
  • Saham INET tercatat 65.791 kali
  • Saham OASA tercatat 33.631 kali
  • Saham IRSX tercatat 32.683 kali

Sentimen Domestik

Layar indeks harga saham gabungan menunjukkan data di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/1). Angka tersebut naik signifikan dibandingkan tahun 2016 yang hanya mencatat penutupan perdagangan pada level 5.296,711 poin. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pada perdagangan Kamis, 15 Januari 2026 IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,41. Penguatan tersebut dipimpin oleh sektor consumer cyclicals yang naik 1,15 persen serta sektor keuangan yang menguat 1,14 persen.

Dari sisi aliran dana, investor asing membukukan net buy sebesar Rp 474,49 miliar di pasar reguler. Saham-saham yang paling banyak dikoleksi asing antara lain BBRI, PTRO, BMRI, INCO, dan JPFA, yang turut memberikan dorongan positif bagi pergerakan indeks.

"Sentimen positif disebabkan para pelaku pasar menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan dilakukan pada 20-21 Januari 2026 dan diperkirakan BI masih akan mempertahankan BI Rate tetap pada level 4,75 persen karena Rupiah yang masih melemah," ujar Analis Pasar Modal sekaligus Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada.

 

Sinyal Teknikal

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Secara teknikal, candle terakhir IHSG membentuk pola doji dan masih bergerak di atas rata-rata pergerakan MA5 dan MA20. Selain itu, indikator MACD menunjukkan sinyal golden cross yang mengindikasikan potensi kelanjutan tren positif dalam jangka pendek.

"Dengan demikian, kami proyeksikan hari ini IHSG akan mengalami penguatan. Berikut saham pilihan hari ini INTP, INET, SCMA, dan SMBR," ujarnya.

Sementara itu, indeks utama bursa AS Bursa saham Wall Street ditutup mayoritas melemah. Sentimen negatif disebabkan rilis kinerja perbankan serta pembaruan data inflasi. Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral, The Federal Reserve (The Fed).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya