Menhan Venezuela: Sebagian Besar Paspampres Maduro Tewas saat Penyerangan AS

Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro, para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”

oleh Tim NewsDiterbitkan 05 Januari 2026, 06:06 WIB
Photo of the captured Nicolas Maduro on USS Iwo Jima, shared by Trump. (Photo: Donald Trump's Truth Social)

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar tim pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro tewas dalam operasi militer Amerika Serikat (AS), Sabtu, 3 Januari 2026, demikian disampaikan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Minggu, 4 Januari 2025.

Seperti dilansir dari Anadolu, dalam pidato yang disiarkan televisi, Padrino menuduh personel militer AS yang terlibat dalam operasi tersebut telah “secara kejam membunuh sebagian besar tim pengamanan Maduro (Paspampres), para prajurit, serta warga sipil yang tidak bersalah.”

Namun, ia tidak merinci jumlah korban dalam insiden tersebut. Padrino juga menyebut Maduro sebagai “pemimpin sah dan autentik” Venezuela.

Pernyataan itu disampaikan sehari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa aksi militer AS pada Sabtu (3/1) berujung pada penangkapan Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan menegaskan kendali atas Venezuela untuk sementara waktu, dengan mengerahkan pasukan AS jika diperlukan.

Trump sebelumnya menuduh Maduro terlibat dalam pengiriman narkotika ke AS dan mempertahankan kekuasaan secara tidak sah melalui kecurangan pemilu.

Maduro, yang saat ini ditahan di sebuah fasilitas penahanan di New York terkait tuduhan narkotika, membantah seluruh tuduhan tersebut. Pejabat di Caracas juga menyerukan pembebasannya.

Tuntut Trump Bebaskan Maduro Secepatnya

Gambar ini, yang diposting di akun media sosial Truth milik Presiden AS, Donald Trump, pada 3 Januari 2026, menunjukkan, dari kiri ke kanan, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, Direktur CIA, John Ratcliffe, dan Presiden Donald Trump di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, sedang menonton siaran langsung misi militer AS untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026. (HANDOUT/Akun media sosial TRUTH milik Presiden AS Donald Trump/AFP)

Padrino turut menuntut pembebasan Maduro dan istrinya secepatnya. 

“Kami menuntut dunia internasional untuk memberi perhatian penuh terhadap segala hal yang terjadi terhadap Venezuela, terhadap kedaulatan dan Konstitusi kami,” ujarnya.

Setelah AS menangkap Maduro, Mahkamah Agung Venezuela menginstruksikan Wakil Presiden Delcy Rodriguez untuk segera menjabat sebagai presiden sementara.

Padrino menyatakan angkatan bersenjata Venezuela memberikan dukungan penuh kepada Rodriguez.

Ia juga menegaskan dukungan terhadap dekret status darurat eksternal yang berlaku di seluruh wilayah nasional, yang telah ditandatangani sebelumnya.

Menurut Padrino, angkatan bersenjata Venezuela akan terus menggunakan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menjaga keamanan, ketertiban dalam negeri, serta memelihara perdamaian.

Infografis Kebijakan Imigrasi Trump di AS. (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya