Pria Mabuk Tantang Berkelahi, Berakhir Tewas Mengenaskan

Dari keterangan awal, tersangka mengaku kesal karena melihat korban dalam keadaan mabuk dan menantang berkelahi. Tersangka kemudian pulang mengambil parang dan kembali ke lokasi untuk menyerang korban.

oleh Aslam MahfuzDiterbitkan 01 Desember 2025, 15:12 WIB
pelaku pembunuhan di kalsel

Liputan6.com, Jakarta Pelaku pembunuhan sadis terhadap seorang buruh harian lepas bernama Humaidi (43), akhirnya diserahkan pihak keluarga ke Polsek Cempaka pada Senin (1/12/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 Wita.  

Kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 16.30 Wita di Jalan Pumpung, Desa Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. Korban ditemukan tewas dengan luka parah akibat serangan senjata tajam.

Kasi Humas Polres Banjarbaru, Iptu Kardi Gunadi menuturkan, pelaku yakni Anshori alias Ello (31), warga Sungai Tiung. Pelaku sempat melarikan diri setelah menganiaya korban menggunakan parang. Namun keberadaannya diketahui keluarga. 

“Setelah anggota melakukan pendekatan dengan keluarganya, pihak keluarga akhirnya menyerahkan tersangka ke Polsek,” ujarnya.

Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi mengungkap motif yang mendorong pelaku melakukan aksi brutal tersebut.

“Dari keterangan awal, tersangka mengaku kesal karena melihat korban dalam keadaan mabuk dan menantang berkelahi. Tersangka kemudian pulang mengambil parang dan kembali ke lokasi untuk menyerang korban,” jelas Iptu Kardi.

Aksi pelaku dilakukan di jalan permukiman dan disaksikan beberapa warga dari dalam rumah. Mereka tidak berani mendekat karena ketakutan. 

"Hasil olah TKP dan pemeriksaan visum menunjukkan korban mengalami sejumlah luka serius, termasuk luka besar di bagian leher, tangan kiri putus, hingga bagian dada dan perut menganga," bebernya. 

Barang Bukti Pembunuhan

Polisil mengumpulkan barang bukti seperti sepasang sandal, celana korban, dan kumpang parang yang diduga digunakan pelaku. Barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian telah diserahkan kepada penyidik untuk memperkuat proses hukum. 

"Saat ini pelaku telah diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu pelaku hingga melakukan tindakan ekstrem," ungkapnya. 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya