Momen Pahit Akhirnya Tiba: Bos Liverpool Harus Berani Cadangkan Mohamed Salah?

Jamie Carragher menilai Mohamed Salah tak lagi layak jadi starter utama Liverpool dan menyarankan Arne Slot memberi peran lebih bagi pemain baru seperti Isak, Wirtz, dan Frimpong.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 20 Oktober 2025, 13:13 WIB
Mohamed Salah menginjak Marc Cucurella dalam sebuah duel dalam laga Liga Inggris antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge, London, 4 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta Legenda Liverpool, Jamie Carragher, menilai era Mohamed Salah sebagai pemain yang tak tergantikan di Anfield mulai memasuki masa senja. Menurutnya, sang penyerang tidak seharusnya lagi dijamin tempat di skuad utama setiap pekan.

Komentar itu muncul setelah penampilan buruk Salah dalam kekalahan 1-2 dari Manchester United akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, pemain asal Mesir itu gagal memanfaatkan dua peluang emas dan memperpanjang catatan tanpa gol dari open play menjadi tujuh pertandingan Liga Inggris.

Carragher menilai pelatih Arne Slot perlu memikirkan ulang peran Salah di lini depan. “Saya rasa kita sudah sampai pada tahap di mana Mo Salah tidak seharusnya menjadi starter setiap pekan,” ujarnya dalam The Gary Neville Podcast.


Perubahan Strategi Diperlukan di Era Arne Slot

Liverpool meraih kemenangan 1-0 atas Burnley pada laga pekan ke-4 Premier League musim ini di Turf Moor, Minggu (14/9/2025) malam WIB. Gol tunggal kemenangan The Reds dicetak Mohamed Salah lewat titik putih. (AP Photo/Jon Super)

Eks bek Liverpool itu menegaskan bahwa Salah tidak lagi berada di posisi istimewa seperti sebelumnya. “Saya kira Salah tidak seharusnya seperti Virgil van Dijk yang namanya selalu pertama di daftar starter,” kata Carragher di studio Sky Sports.

Ia menilai, manajer baru Arne Slot kini dihadapkan pada dilema besar untuk menjaga keseimbangan antara pengalaman dan regenerasi tim. Apalagi, Liverpool telah menghabiskan sekitar 225 juta pounds untuk mendatangkan Alexander Isak dan Florian Wirtz pada musim panas lalu.

Namun, keduanya belum benar-benar beradaptasi di Anfield. Carragher menyarankan agar tim mulai dibangun mengelilingi dua pemain muda tersebut. “Liverpool harus membangun timnya di sekitar Isak dan Wirtz, karena mereka yang akan menjadi masa depan,” ujarnya.


Frimpong Jadi Alternatif di Sayap Kanan

Liverpool membuka Premier League musim 2024/2025 dengan raihan tiga angka usai mengalahkan tuan rumah berstatus tim promosi, Ipswich Town dengan skor 2-0 di Portman Road Stadium, Ipswich, Sabtu (17/8/2024). Dua gol tim asuhan Arne Slot dilesakkan Diogo Jota (60') dan Mohamed Salah (65'). Gol Mohamed Salah menjadi golnya yang ke-9 dalam laga pembuka The Reds di Premier League yang mematahkan rekor Alan Shearer dengan 8 gol. (AP Photo/Alastair Grant)

Dalam laga melawan Manchester United, Salah ditarik keluar lima menit sebelum waktu normal berakhir, tepat setelah gol Harry Maguire membuat Liverpool tertinggal. Penggantinya, Jeremie Frimpong, tampil impresif dan memberi warna baru di sisi kanan.

Carragher menilai performa pemain asal Belanda itu layak diperhitungkan sebagai opsi alternatif di posisi sayap kanan. “Hal-hal seperti ini harus mulai dipikirkan oleh manajer,” ucapnya.

Menurutnya, Frimpong bisa memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan, terutama di laga tandang.

“Mungkin di pertandingan luar kandang, Slot bisa mencoba Frimpong yang bisa membantu full-back lebih baik secara defensif dan memberi kecepatan di sisi luar,” pungkas Carragher.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya