Liputan6.com, Jakarta Di jagat maya, nama Brian Nathanael tak asing lagi. Pesohor dengan 700 ribuan pengikut di Instagram ini dikenal dengan akun populer (at)tanjun.house yang konsisten membahas dekor rumah dan gaya hidup dalam konten-kontennya.
Baru-baru ini, Brian Nathanael membahas rumah idaman dengan desain interior hingga eksterior sesuai selera penghuninya. Ini memberi kepuasan tersendiri bagi tuan rumah. Hal yang sama dirasakan sang selebgram.
Advertisement
Bicara rumah impian versinya, Brian Nathanael bertanya kepada diri sediri soal kenyamanan dan ketenangan seperti apa yang didambakannya. Ia lalu teringat impian lama soal rumah bertema kayu dari lantai hingga plafon.
“Karena terkesan homey, mewah dan intimate,” katanya seperti diberitakan Kapanlagi.com, Jumat (20/6/2025). Lebih lanjut, Brian Nathanael mengaku desain rumahnya tak sepenuhnya berbahan kayu.
Alternatif Pengganti Kayu
Ia tak mau ribet dalam aspek perawatan. Brian Nathanael lantas mencari alternatif pengganti kayu tanpa mengurangi level kenyamanan. Bagaimana pun rumah bukan sekadar bangunan. Rumah harus bikin betah alias kerasan.
“Gue selalu cari alternatif pengganti kayu. Karena gue enggak mau ribet maintenance-nya. Kayu itu kan mudah pudar warnanya dan rapuh dimakan rayap,” Brian Nathanael berbagi ulasan.
Bagian Plafon
Brian Nathanael menggarisbawahi rumah yang merefleksikan selera dan kepribadiannya. Ia percaya, bahwa tiap ruang dalam rumah punya ceritanya sendiri. Karenanya, konsep, bahan baku, dan kenyamanan tak terpisahkan.
Kapanlagi.com mengabarkan, untuk lantai, pilihan Brian Nathanael jatuh pada SPC, sedangkan bagian set dapur ia melirik HPL. “Sementara di bagian plafon, ada PVC,” paparnya.
Standar Baru
Brian Nathanael menyampaikan ini kala jadi bintang tamu gelar wicara dan sesi perkenalan Javafon Ultra Series dengan desain minimalis yang menjawab kebutuhan hunian modern, di Gading Serpong, Tangerang, Kamis (19/6/2025).
Dalam kesempatan itu, Presiden Direktur Javaco Roberto Saputra, menyatakan, inovasi bukan hanya tentang produk baru. Tapi proses menjadi tetap relevan dengan gaya hidup dan nilai yang terus berkembang.
“Kami ingin menetapkan standar baru bagi desain interior lokal yang tidak hanya berkualitas tinggi tapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat urban serta terus berkembang menuju daya saing lebih luas,” ucap Roberto Saputra.