Ahok: Beli Alat Langsung Lewat E-Katalog, Tender Lagi Repot!

Dengan adanya e-katalog, Pemprov DKI dapat langsung membeli apa yang dibutuhkannya.

oleh Andi Muttya KetengDiterbitkan 10 Juni 2013, 16:18 WIB
Proses tender dalam pembelian barang dinilai hanya memperlambat penyerapan anggaran. Akibatnya, sisa lebih penggunaan anggaran (silpa) pun membesar. Untuk menekan tingginya jumlah silpa, maka Pemprov DKI Jakarta berencana untuk melakukan pembelian kebutuhan alat-alat seperti truk, mobil sampah, bus, dan lainnya dengan sistem elektronik katalog.

Nantinya, Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) akan diminta untuk mengirimkan daftar harga barang kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) dalam bentuk e-katalog.

"Kalau beli kendaraan bermotor, alat berat, kenapa tidak langsung beli saja? Tender lagi, repot! Itu yang kadang-kadang bikin pelan. Maka itu, syaratnya di LKPP ada di e-katalog. Kami mau dorong ATPM, tolong kerja sama, masukin saja daftar harga berapa taruh di e-katalog, tinggal beli," ucap Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2013).

"Sehingga kalau uang kita lebih, bisa langsung beli. Seperti itu harus langsung beli. Keluarin Surat Perjanjian Kerja (SPK), kita beli," ujar Ahok.

Ahok berharap, dengan pembelian lewat e-katalog ini, nantinya penyerapan anggaran dapat lebih cepat dilakukan. Pemprov DKI juga tak perlu menunggu adanya pemenang tender sebelum membeli segala kebutuhan peralatannya. Dengan adanya e-katalog, Pemprov DKI dapat langsung membeli apa yang dibutuhkannya. (Ndy/Sss)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya