Musim Penuh Luka: Luke Shaw Minta Evaluasi Total di MU

Musim 2024/2025 menjadi salah satu musim terburuk dalam sejarah panjang Manchester United. Luke Shaw, yang tampil di final Liga Europa, menyebut timnya sudah menyentuh titik paling rendah.

oleh Aga Deta AndityaDiperbarui 22 Mei 2025, 14:36 WIB
Bek Manchester United Luke Shaw berebut bola dengan pemain Tottenham Brennan Johnson dalam laga final Liga Europa di San Mames, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Musim 2024/2025 menjadi salah satu musim terburuk dalam sejarah panjang Manchester United. Harapan meraih trofi dan tiket Eropa pupus begitu saja di partai puncak Liga Europa.

United harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur dengan skor tipis 0-1, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB. Gol semata wayang dari Brennan Johnson menghancurkan impian Setan Merah sekaligus menegaskan krisis performa mereka.

Musim ini bukan sekadar soal kekalahan di final. Ini adalah cerminan dari keterpurukan yang sudah berlangsung sejak awal musim dan terus memburuk hingga laga terakhir.

Luke Shaw, yang tampil di final, menyebut timnya sudah menyentuh titik paling rendah. Ucapan bek kiri Inggris itu menjadi sorotan, terutama karena menyiratkan pentingnya perubahan besar di tubuh Manchester United.


Final Liga Europa Jadi Titik Puncak Kehancuran

Bruno Fernandes berjalan melewati trofi Liga Europa usai laga Tottenham vs Manchester United di San Mames, Kamis (22/5/2025). (AP Photo/Bernat Armangue)

Manchester United datang ke final Liga Europa dengan catatan tak terkalahkan di Eropa musim ini. Namun, semua itu tak berarti setelah mereka takluk 0-1 dari Tottenham Hotspur di partai puncak.

Gol yang menentukan datang menjelang turun minum, ketika sepakan Brennan Johnson membentur Shaw dan nyaris jadi gol bunuh diri. Kekalahan ini bukan hanya merenggut trofi, tapi juga memupus peluang tampil di kompetisi Eropa musim depan.

"Kami semua kecewa berat, ini bukan akhir yang kami bayangkan," ujar Shaw.

"Tapi bukan hanya soal hasil ini saja, sepanjang musim ini performa kami jauh dari kata layak."


Statistik Kelam yang Memalukan

Untuk diketahui, Liga Primer Inggris musim 2024/2025 hanya menyisakan satu pertandingan lagi. (ANDER GILLENEA/AFP)

Musim ini menjadi catatan sejarah buruk bagi United. Mereka menelan 20 kekalahan di semua kompetisi, jumlah terbanyak sejak musim 1973/1974 saat mereka terdegradasi dari Divisi Satu.

Posisi di klasemen Premier League pun menyedihkan. Manchester United saat ini hanya duduk di peringkat ke-16 dan hanya bisa naik maksimal ke posisi 14, tergantung hasil melawan Aston Villa di pekan terakhir.

"Untuk klub sebesar Manchester United, dengan musim seperti ini, jelas sangat tidak bisa diterima. Kami semua tahu itu, saya tahu itu. Ini bukan tempat yang seharusnya bagi Manchester United," tegas Shaw.

“Kami harus melihat sisi positif, dan satu-satunya hal positif saat ini adalah kami hanya bisa naik dari titik ini.

Lanjut Baca:

“Kami sedang berada di titik terendah. Kami harus menemukan cara untuk bangkit dan membawa klub ini kembali ke tempat yang layak.”

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya