IHSG Tembus 7.000, Bakal Bertahan Terus?

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bertahan di zona positif untuk beberapa waktu ke depan. Head of Investment Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina memperkirakan IHSG akan bisa menembus 7.100 hingga kuartal II 2025.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 15 Mei 2025, 17:21 WIB
Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia optimis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bertahan di zona positif untuk beberapa waktu ke depan. Head of Investment Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina memperkirakan IHSG akan bisa menembus 7.100 hingga kuartal II 2025.

"Kita lihat sih angka target 6.900 itu masih make sense gitu. Jadi mungkin 6.800 sampai 7.000, 7.100 gitu, ya," ucap Martha dalam Media Day, Kamis (15/5/2025).

Tren positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ini diperkirakan bertahan setidaknya hingga paruh pertama tahun ini. Meski, pada Juni nanti terdapat utang jatuh tempo Pemerintah yang tertinggi mencapai Rp 178,9 triliun.

"Overall kalau menurut saya masih cukup positif. Ada koreksi mungkin bisa, misalnya ada berita-berita mungkin masih ada potensi untuk koreksi, tapi level 6.500 itu sudah cukup reasonable sih," imbuhnya.

IHSG pada perdagangan sesi I hari ini (15/5) kembali ditutup pada zona hijau ke level 7.058,94 atau naik 1,69 persen. Martha menambahkan, sektor yang akan menopang pergerakan IHSG di kuartal II tahun ini adalah sektor keuangan dan sektor komoditas. Menurutnya, para investor masih menyukai saham-saham khususnya di sektor perbankan.

 

 

Harga Komoditas

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

"Kemudian komoditas, komoditas dengan tensi yang agak menurun ini kan, ngebantu nih harga komoditas naik gitu ya, jadi menurut saya saham-saham komoditas itu juga akan jadi penopang, jadi menarik juga sih sebenarnya untuk melihat salam-salam komoditas," ujar Martha.

Adapun, saham yang direkomendasikan oleh Mirae Asset dari kedua sektor tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), sedangkan dari sektor komoditas yakni PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG).

 

 

 

 

Strateginya?

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Martha menilai investor dan trader pasar saham disarankan untuk berstrategi memanfaatkan momentum trading terutama memperhatikan kinerja kuartal I 2025. Sebab, koreksi masih mungkin terjadi tetapi terbatas, seiring dengan positifnya kesepakatan dalam Perang Dagang.

"Potensi penguatan pasar saham juga mulai terbatas dengan dibayangi aksi profit taking, sehingga strategi trading-nya adalah dapat memanfaatkan momentum trading dan membeli saham yang harganya melemah (buy on weakness) untuk emiten dengan kinerja kuartal I 2025 yang baik," kata Martha.

Dia mencatat setidaknya ada 13 saham dengan kinerja kuartal perdana tahun ini yang positif, dengan pilihan utama jatuh pada CPIN, ANTM, ARTO, RALS, dan DKFT. Menurut Martha, saat ini pasar saham masih berada dalam tekanan jual mengingat nilai jual bersih investor asing (nett foreign sell) di pasar saham mencapai Rp 35 triliun sejak awal tahun, tetapi sudah positif dalam sebulan terakhir.

Dengan sentimen Perang Dagang dan ancaman perlambatan ekonomi global yang masih membayangi, harga emas juga masih dianggap sebagai instrumen safe haven sehingga saham-saham terkait emas dapat dijadikan pilihan seperti ANTM, HRTA, ARCI, dan BRMS.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya