VIDEO: Ratusan Napi Ngamuk di Lapas Merauke

Para napi berupaya mendobrak pintu besi untuk keluar dari arena lapas. Namun berhasil dihalau petugas Lapas Merauke.

oleh Rizki GunawanDiterbitkan 30 Maret 2013, 17:01 WIB

Ratusan narapidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke mengamuk. Para napi berupaya mendobrak pintu besi untuk keluar dari arena lapas. Namun berhasil dihalau petugas Lapas Merauke.

Kerusuhan ini dipicu kedatangan puluhan petugas kepolisian dari Polres Merauke yang akan mengamankan salah seorang petugas lapas berinisial AL yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pengamanan Lapas (Kalapas) Merauke. Para napi rupanya tak terima AL ditahan.

AL ditahan atas dugaan penganiayaan terhadap seorang napi. Hal ini berawal saat seorang petugas jaga Lapas Merauke mengajak 9 napi untuk keluar dari lapas dengan maksud 'cari angin', Pada Kamis 28 Maret 2013 malam, sekitar jam 21.00 WIT.

Namun saat AL datang sekitar jam 23.30 WIT untuk melakukan pengecekan, ternyata kesembilan napi termasuk seorang petugas lapas belum juga datang. Mereka baru datang sekitar jam 03.00 WIT, Jumat 29 Maret.

Bermaksud untuk meminta keterangan dari para napi tersebut, AL justru mendapat perlawanan dari napi. Seketika itu pula, AL mengayunkan tangan ke wajah napi yang juga anggota polisi tersebut. Karena terus mendapat perlawanan, AL pun mengeluarkan tembakan ke arah bawah.

"Mereka mabuk di luar. Pas masuk, saya berikan peringatan, tapi dia nantang. Nantang terus. Saya tidak ada niat untuk melukai mereka," ungkap AL di Merauke, Papua, Sabtu (30/3/2013) sore.

Pada Sabtu siang, ratusan napi yang tak terima AL ditahan itu membuat kericuhan. Mereka berteriak dan mendobrak pintu utama yang berada di areal lapas saat petugas kepolisian datang untuk menahan AL. Para napi tersebut juga mempertanyakan kenapa 9 napi itu bisa bebas keluyuran.

Dengan kesigapan petugas Kepolisian Merauke, situasi di dalam Lapas Merauke dikendalikan. Untuk proses penyidikan lebih lanjut, polisi mengamankan sebuah selongsong peluru. (Riz)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya