Pernyataannya Dinilai Menguntungkan Rusia, Penasihat Presiden Ukraina Mundur

Pernyataan Oleksiy Arestovych memicu kemarahan yang meluas di Ukraina dan dimanfaatkan oleh pejabat Rusia untuk menyalahkan Kyiv.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 18 Januari 2023, 12:07 WIB
Tentara Ukraina menggempur posisi Rusia menggunakan Howitzer M777 yang dipasok Amerika Serikat (AS) di wilayah Kherson, Ukraina, 9 Januari 2023. Memasuki hari ke-321 peperangan, konflik di antara Rusia dengan Ukraina sampai saat ini terus berlanjut dan belum terlihat akan segera berakhir. (AP Photo/Libkos)

Liputan6.com, Kyiv - Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovych menyatakan mundur setelah pernyataannya terkait serangan Rusia menuai kontroversi.

Beberapa jam setelah serangan rudal Rusia pada Sabtu (7/1/2023), menghantam sebuah apartemen di Dnipro, Arestovych mengatakan bahwa rudal Rusia jatuh di gedung tersebut setelah ditembak oleh pertahanan udara Ukraina. Demikian seperti dikutip dari BBC, Rabu (18/1/2023).

Adapun Ukraina mengatakan bahwa gedung apartemen itu dihantam oleh rudal Kh-22, yang ternyata tidak memiliki kemampuan untuk ditembak jatuh.

Pernyataan Arestovych dilaporkan telah menyebabkan kemarahan yang meluas di negaranya dan dimanfaatkan oleh pejabat Rusia untuk menyalahkan Ukraina.

Memperkuat Propaganda Rusia

Tentara Ukraina menembakkan mortir ke arah posisi Rusia di dekat Bakhmut, wilayah Donetsk, Ukraina, 22 Desember 2022. Menurut Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Rusia seharusnya mulai melakukan penarikan pasukan karena sudah menjelang Natal, yang bisa juga menjadi langkah untuk mengakhiri konflik. (AP Photo/Libkos)

Warga Ukraina bereaksi marah atas pernyataan Arestovych. Beberapa menuduh Arestovych memperkuat propaganda Rusia.

Sementara itu, sejumlah anggota parlemen Ukraina menandatangani petisi yang meminta Arestovych segera diberhentikan. Tidak lama, Arestovych mengunggah surat pengunduran dirinya dan mengakui bahwa dia telah membuat kesalahan mendasar.

"Saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para korban dan kerabat mereka, penduduk Dnipro, serta semua orang yang sangat terluka oleh (pernyataan) versi saya yang keliru," tulis Arestovych dalam unggahannya di Telegram.

Dimanfaatkan Rusia

Petugas medis militer memberikan pertolongan pertama kepada seorang tentara yang terluka dalam pertempuran dekat Kremenna di wilayah Luhansk, Ukraina, 16 Januari 2023. Hingga saat ini pejabat Ukraina menolak untuk mengonfirmasi jumlah korban dalam perangnya dengan Rusia, setelah ketua Komisi Uni Eropa pada akhir November 2022 lalu memperkirakan bahwa "lebih dari 20.000 warga sipil dan 100.000 tentara Ukraina telah tewas di Ukraina hingga saat ini." (AP Photo/LIBKOS)

Sebelum mengumumkan mundur, pernyataan Arestovych telah dimanfaatkan oleh pejabat Rusia untuk menyalahkan Ukraina atas serangan tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa serangan Rusia tidak menargetkan bangunan tempat tinggal dan menyebut peristiwa yang terjadi pada Sabtu itu disebabkan oleh pertahanan udara Ukraina.

Para pejabat Ukraina sejauh ini mengatakan bahwa sedikitnya 44 orang tewas dalam serangan tersebut dan sejumlah orang lainnya masih hilang.

Kyiv, Kharkiv,dan Odesa juga mendapat serangan Rusia pada Sabtu. Serangan dilaporkan menargetkan infrastruktur militer dan energi.

Familier bagi Publik Ukraina

Petugas medis militer memberikan pertolongan pertama kepada tentara yang terluka (kanan) dan memasukkan jenazah tentara yang tewas ke dalam tas dekat Kremenna di wilayah Luhansk, Ukraina, 16 Januari 2023. Hingga saat ini pejabat Ukraina menolak untuk mengonfirmasi jumlah korban dalam perangnya dengan Rusia, setelah ketua Komisi Uni Eropa pada akhir November 2022 lalu memperkirakan bahwa "lebih dari 20.000 warga sipil dan 100.000 tentara Ukraina telah tewas di Ukraina hingga saat ini." (AP Photo/LIBKOS)

Arestovych dinilai pejabat Ukraina yang cukup populer. Ia menggunakan channel Youtube-nyauntuk mengadakan diskusi harian tentang invasi Rusia.

Channel Youtube Arestovych diketahui memiliki lebih dari 1,6 juta pelanggan dan videonya seringkali ditonton lebih dari 200.000 kali.

Tidak seperti pejabat Ukraina kebanyakan, Arestovych berbicara dalam bahasa Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sejauh ini belum mengomentari keputusan Arestovych untuk mundur.

Infografis Rusia Vs Ukraina, Ini Perbandingan Kekuatan Militer. (Liputan6.com/Trieyasni)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya