Liputan6.com, Jakarta: Meski ada kenaikan harga minyak dunia, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri tetapi akan menaikkan subsidi BBM. Tambahan subsidi ini akan mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2003. Demikian dikemukakan Menteri Keuangan Boediono di Jakarta, Jumat (14/3).
Seperti diberitakan, harga minyak dunia terus merambat naik hingga mencapai US$ 30 lebih per barel menyusul rencana Amerika Serikat menyerang Irak. Kenaikan harga minyak dunia itu tentu saja sangat mempengaruhi harga BBM di dalam negeri.
Boediono menjelaskan, penambahan subsidi BBM akan mengubah anggaran dalam APBN 2003 dengan asumsi harga minyak dunia US$ 22 per barel. Boediono menambahkan, memang ada windfall profit atau keuntungan tambahan dari kenaikan harga minyak dari patokan APBN dikalikan dengan produksi minyak Indonesia, namun tidak terlalu banyak. Perubahan anggaran pada subsidi BBM akan diperhitungkan dalam APBN penyesuaian yang akan diajukan ke DPR setelah semester pertama atau pada akhir bulan Juni mendatang.(YYT/Susanti Jo dan M. Guntur)
Seperti diberitakan, harga minyak dunia terus merambat naik hingga mencapai US$ 30 lebih per barel menyusul rencana Amerika Serikat menyerang Irak. Kenaikan harga minyak dunia itu tentu saja sangat mempengaruhi harga BBM di dalam negeri.
Boediono menjelaskan, penambahan subsidi BBM akan mengubah anggaran dalam APBN 2003 dengan asumsi harga minyak dunia US$ 22 per barel. Boediono menambahkan, memang ada windfall profit atau keuntungan tambahan dari kenaikan harga minyak dari patokan APBN dikalikan dengan produksi minyak Indonesia, namun tidak terlalu banyak. Perubahan anggaran pada subsidi BBM akan diperhitungkan dalam APBN penyesuaian yang akan diajukan ke DPR setelah semester pertama atau pada akhir bulan Juni mendatang.(YYT/Susanti Jo dan M. Guntur)