Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham Kamis, 27 Oktober 2022. Data ekonomi produk domestik bruto (PDB) kuartal III 2022 yang tumbuh lebih cepat dari yang diharapkan dan isyaratkan memudarnya inflasi dongkrak indeks Dow Jones. Hal ini seiring investor membeli saham seiring sentimen kesehatan ekonomi.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 194,17 poin atau 0,6 persen ke posisi 32.033,28 pada hari kelima mencatatkan kenaikan. Saham Caterpillar, McDonald’s dan Honeywell dongkrak indeks Dow Jones setelah laporkan laba lebih baik dari perkiraan.
Advertisement
Indeks S&P 500 melemah 0,6 persen ke posisi 3.807,30. Indeks Nasdaq anjlok ke posisi 10.792,68. Indeks Nasdaq melemah seiring koreksi saham Meta dan saham teknologi lainnya/
Di sisi lain, ekonomi AS tumbuh 2,6 persen pada periode kuartal III 2022. Pertumbuhan ekonomi itu mengalahkan perkiraan Dow Jones 2,3 persen, berdasarkan laporan Biro Analisis Ekonomi. Indeks harga rantai tertimbang, ukuran biaya hidup yang disesuaikan mencerminkan perubahan perilaku konsumen naik 4,1 persen pada kuartal tersebut jauh di bawah perkiraan 5,3 persen. Inflasi utama naik 4,2 persen, turun tajam dari 7,3 persen, berdasarkan ukuran yang digunakan Federal Reserve.
Chief Investment Officer Cornerstone Wealth, Cliff Hodge menuturkan, hal itu menawarkan harapan bagi pengamat pasar yang mencari data yang mengindikasikan inflasi turun yang dapat menyebabkan the Federal Reserve mengurangi kenaikan suku bunga setelah pertemuan November 2022.
“Rilis PDB ini angka emas untuk aset berisiko. Ini adalah tanda lain yang menunjukkan kemungkinan inflasi terburuk yang mungkin ada di belakang kita,” kata dia.
Di sisi lain, sektor teknologi melanjutkan tekanan baru-baru ini sehingga menahan pasar saham lebih luas. Saham Meta anjlok 24,6 persen seiring perkiraan kuartal IV 2022 yang lemah dan pendapatan kuartal III 2022 yang mengecewakan. Perseroan juga akan kehilangan lebih banyak dana tahun depan untuk memangun metaverse. Laporan tersebut menyebabkan beberapa analis menurunkan peringkat saham.
Penutupan Wall Street 26 Oktober 2022
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham Rabu, 26 Oktober 2022. Indeks Nasdaq dan S&P 500 melemah sehingga menghentikan kenaikan beruntun dalam tiga hari seiring pelaku pasar menilai laba yang mengecewakan dari Microsoft dan Alphabet.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Nasdaq turun 2,04 persen ke posisi 10.970,99. Indeks S&P 500 terpangkas 0,74 persen ke posisi 3.830,60. Indeks Dow Jones naik 2,37 poin ke posisi 31.839,11.
Saham mencoba reli pada hari sebelumnya, dengan pelaku pasar mencoba untuk mengabaikan hasil kuartalan dari Microsoft dan Alphabet. Pada satu titik, indeks Dow Jones menguat lebih dari 300 poin karena Visa menopang indeks dengan pendapatan laba yang kuat.
Saham Alphabet, induk Google turun 9,1 persen setelah raksasa teknologi itu meleset dari harapan di antara pendapatan dan laba. Alphabet juga melalporkan penurunan pendapatan iklan Youtube yang juga mendorong investor untuk mempertimbangkan prospek perusahaan teknologi lain yang mengandalkan belanja iklan.
Sementara itu, saham Microsoft susut 7,7 persen setelah raksasa teknologi itu melaporkan pendapatan cloud yang lebih lemah dari perkiraan dalam hasil kuartalan terbarunya, meski mengalakah perkiraan laba dan pendapatan. Perseroan juga mengeluarkan panduan pendapatan kuartalan yang jauh dari harapan.
Portfolio Manager GLOBALT Investments, Keith Buchanan menuturkan, perubahan dalam indeks utama mencerminkan “tarik menarik” antara perusahaan Amerika Serikat dan the Federal Reserve (the Fed) yang telah membuat investor berusaha untuk menyeimbangkan apa yang dilaporkan perusahaan dan apa artinya bagi kenaikan suku bunga ke depan.
Volatilitas Masih Terjadi
Dia menuturkan, yang pertama dari laporan kinerja dari teknologi besar berdampak khusus seiring industri yang dihadapi banyak investor.
“Aksi intraday hari ini adalah semacam mikrokosmos dari apa yang kami rasakan sebagai investor selama beberapa minggu terakhir. Optimisme dibangun hampir seluruh di atas pandangan pesimistis. Optimisme the Federal Reserve hanya terjadi dalam skenario di mana segala sesuatunya memburuk lebih cepat, dari suduk pandang ekonomi makro,” ujar Buchanan.
Ia mengatakan, volatilitas ada di sini dan untuk sementara. “Saya pikir mungkin akan tetap ada di sini. Bukan pada hari ke hari, minggu ke minggu, tetapi pada basis intraday, hanya karena posisi investor saat ini,” tutur dia.
Sementara itu, saham Harley-Davidson naik 12,6 persen setelah produsen sepeda motor tersebut melaporkan mengalahkan harapan. Di sisi lain, saham Boeing susut sekitar 8,8 persen setelah melaporkan kerugian kuartalan dan meleset dari harapan pendapatan.
Penutupan Wall Street 25 Oktober 2022
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 25 Oktober 2022 seiring investor menilai koreksi imbal hasil obligasi dan data baru ekonomi. Hal ini sebagai petunjuk lebih lanjut tentang kesehatan ekonomi AS.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones melambung 337,12 poin atau 1,1 persen ke posisi 31.836,74. Indeks S&P 500 menguat 1,6 persen ke posisi 3.859,11. Indeks Nasdaq bertambah 2,2 persen ke posisi 11.199,12.
Pergerakan wall street pada perdagangan Selasa pekan ini menambah reli tajam yang terlihat pada dua sesi perdagangan sebelumnya. Pada Senin, 24 Oktober 2022, indeks Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik lebih dari 1 persen, sedangkan indeks Nasdaq bertambah 0,9 persen. Pada Jumat pekan lalu, indeks Dow Jones melonjak lebih dari 700 poin.
Penurunan imbal hasil obligasi berkontribusi pada kenaikan terbaru. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun 15 basis poin ke posisi 4,087 persen. Imbal hasil obligasi bertenor dua tahun susut tiga basis poin ke posisi 4,473 persen.
Chief Investment Officer Cornerstone Wealth, Cliff Hodge menuturkan, imbal hasil dan pergerakan indeks utama adalah tanda-tanda investor menggandakan di tengah harapan pelonggaran the Federal Reserve (the Fed).
Hodge mengatakan, data ekonomi yang dikeluarkan pada Selasa pekan ini juga merupakan titik harapan bagi investor yang mencari the Fed mengubah arah kenaikan suku bunga karena bank sentral mencoba untuk menekan inflasi.