Liputan6.com, Singapura - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan Kamis pagi (15/7/2021) seiring investor menanti rilis data ekonomi Australia dan China.
Di bursa saham Asia, indeks Jepang Nikkei 225 melemah 0,4 persen pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Topix susut 0,32 persen. Indeks Korea Selatan Kospi menanjak 0,13 persen. Indeks Australia di atas garis mendatar. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen.
Advertisement
Australia akan merilis data pekerjaan pada Juni 2021. Sedangkan China akan rilis data produk domestik bruto (PDB) kuartal II 2021 dan penjualan ritel pada Juni 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Kamis pekan ini.
Di wall street, indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 4.374,30. Indeks Dow Jones menguat 44,44 poin ke posisi 34.933,23. Indeks Nasdaq susut 0,22 persen menjadi 14.644,95.
Pergerakan wall street didorong setelah Ketua The Federal Reserve Jerome Powell menuturkan, ekonomi adalah "jalan keluar" dari tempat yang diperlukan bagi bank sentral untuk mengubah kebijakan.
Indeks dolar AS ditransaksikan di posisi 92,38 setelah berada di kisaran 92,7. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 109,98 per dolar AS.
Harga minyak Brent berjangka melemah 0,27 persen ke posisi USD 74,56 per barel. Harga minyak berjangka Amerika Serikat susut 0,4 persen menjadi USD 72,84 per barel.
Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini
Penutupan Wall Street pada 14 Juli 2021
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street beragam pada perdagangan Rabu, 14 Juli 2021. Indeks S&P 500 menguat ke posisi tertinggi setelah Ketua the Federal Reserve atau bank sentral AS Jerome Powell mengatakan, bank sentral AS akan tetap mempertahankan kebijakan moneternya.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks S&P 500 naik 0,12 persen menjadi 4.374,30 setelah sentuh rekor tertinggi sebelumnya. Indeks Dow Jones bertambah 44,44 poin atau 0,13 persen ke posisi 34.933,23. Indeks Nasdaq melemah 0,22 persen ke posisi 14.644,95.
Powell mengatakan dalam testimoni tengah tahunan di hadapan House Committee on Financial Services, bank sentral dapat menunggu sebelum mulai mengurangi pembelian obligasi meski inflasi melonjak. Ia masih mengharapkan inflasi moderat.
“Pada pertemuan Juni kami, Komite membahas kemajuan menuju tujuan kami sejak mengadopsi pembelian aset kami pada Desember lalu. Sementara mencapai standar kemajuan lebih lanjut yang substansial masih jauh, para partisipan berharap kemajuan itu akan terus berlanjut,” ujar Powell dilansir dari CNBC, Kamis (15/7/2021).
Powell juga dijadwalkan untuk bersaksi di depan Komite Senat untuk urusan perbankan, perumahan dan perkotaan pada Kamis, 15 Juli 2021.
Di sisi lain, imbal hasil pada surat berharga 10 tahun di tengah pernyataan Powell, melanjutkan penurunannya dalam beberapa bulan terakhir. Imbal hasil turun bahkan ketika harga produsen pada Juni menunjukkan inflasi lebih tinggi dari yang diharapkan. Ini mengikuti lompatan terbesar dalam indeks harga konsumen sejak 2008 yang dirlis pada Selasa.
Sementara itu, indeks Nasdaq 100 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa didorong rekor saham Apple. Saham Apple naik 2,4 persen setelah perseroan dilaporkan meminta pemasok untuk meningkatkan produksi iPhone generasi berikutnya sebesar 20 persen. JPMorgan juga menambahkan raksasa teknologi itu ke daftar fokusnya dan menaikkan target harga saham untuk menyiratkan potensi kenaikan 20 persen dari penutupan Selasa.
Laporan pendapatan kuartal II 2021 dari bank-bank besar dan perusahaan besar lainnya berlanjut pada Rabu pekan ini.
“Saat kami memasuki musim pendapatan kuartal II 2021, pasar tampaknya mengintensifkan perhatian mereka pada langkah selanjutnya untuk ekonomi dan apakah inflasi akan menyertainya,” ujar Chris Hussey dari Goldman Sachs.
Dengan investor fokus pada berita utama the Federal Reserve dan pembacaan inflasi, rilis kinerja sejauh ini belum menyebabkan pergerakan saham utama meskipun hasil lebih baik dari perkiraan.
Selanjutnya
Semua 12 dari perusahaan S&P 500 yang telah membukukan hasil fiskal kuartalan minggu ini telah mengalahkan perkiraan laba per saham, tetapi kelompok tersebut rata-rata menurun 0,56 persen.
Saham Bank of America turun setelah melaporkan pendapatan kuartal II 2021 sebesar USD 21,6 miliar tepat di bawah perkiraan USD 21,8 miliar dari Refinitiv. Suku bunga rendah mendorong pendapatan bunga bersih sebesar enam persen.
Sementara itu, saham American Airlines melonjak setelah maskapai memperkirakan pendapatan lebih baik dan kerugian lebih kecil dari perkiraan sebelumnya pada kuartal II 2021. Perusahaan akan melaporkan hasil fiskal kuartalan pada 22 Juli 2021.
Indeks S&P 500 naik lebih dari 16 persen pada 2021, dan lebih dari 36 persen dalam 12 bulan terakhir, menandakan kabar baik mungkin akan dimasukkan ke saham. Pertumbuhan laba dari perusahaan S&P 500 diperkirakan mencapai 64 persen year on year (YoY) untuk kuartal tersebut, menurut perkiraan analis yang dikumpulkan oleh Factset.