Awas, Racun di Gelembung Minuman Taiwan

Gelembung mirip mutiara dalam minuman teh dari Taiwan yang sedang marak digemari ternyata berbahaya. Selain beracun, minuman tersebut juga dapat memicu terjadinya kanker.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 September 2012, 15:47 WIB
Liputan6.com, New York: Gelembung mirip mutiara dalam minuman teh dari Taiwan yang sedang marak digemari ternyata berbahaya. Menurut penelitian yang dilakukan para peneliti dari University Hospital Aachen, kandungan dalam bahan pembuatnya ternyata beracun atau bersifat 'karsinogenik' yang dapat menyebabkan kanker jika dikonsumsi terlalu sering.

Pihak kesehatan dan peneliti Jerman pun mengeluarkan peringatan, tentang efek berbahaya dari minum teh gelembung asal Taiwan itu. Karena mereka telah menemukan bukti bahwa minuman pencuci mulut yang sedang populer itu berbahaya, karena bisa membuat anak-anak tersedak serta memicu kanker. Peringatan tersebut pun dirilis secara terpisah dari benua Eropa, khususnya Jerman, dimana kepopuleran tren minuman penutup teh gelembung mutiara itu juga tengah melanda kota-kota besar di Amerika Utara.

Berdasarkan sampel yang mereka ambil dari Monchengladbach wilayah barat laut Jerman, di mana bola tapioka untuk minuman populer itu dibuat di Taiwan. Mereka yang menganalisis bola-bola berukuran mutiara dalam minuman itu, menemukan bukti bahwa gelembung mirip mutiara tersebut mengandung zat kimia berbahaya. Contohnya polychlorinated biphenyls atau PCBs seperti stirena, asetofenon, dan zat brominated. Dimana bahan kimia tersebut tak seharusnya digunakan untuk membuat makanan.

Dilakukannya penelitian ini seperti dilansir laman Zeenews belum lama ini, usai kesehatan masyarakat Jerman Federal Institute for Risk Assessment mengeluarkan peringatan bahwa bola tapioka menimbulkan risiko tersedak pada anak-anak.

"Terutama pada anak-anak kecil hingga berusia empat tahun, terdapat risiko benda asing yang sengaja memasuki paru-paru," kata Dr Andreas Hensel dalam sebuah pernyataan.

"Dan itulah tepatnya apa yang bisa terjadi ketika gelembung yang disedot melalui sedotan," tambahnya. (Vin)

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya