Liputan6.com, Cianjur: Heboh penemuan puluhan mayat bergelantungan di atas pohon masih bergetar di Cianjur, Jawa Barat. Kendati demikian, setelah melakukan penyisiran baru-baru ini, Kepolisian Resor Cianjur tak menemukan jenazah yang diduga menjadi korban pembunuhan bermotif dukun santet tersebut. Kini, polisi terus melacak dan sedikitnya, sudah 18 tersangka pelaku pembuhunan diperiksa. Berkasnya sedang dilimpahkan ke kejaksaan.
Jumat (24/11), anggota pecinta alam yang tersesat, mengaku melihat puluhan mayat tergantung di pohon. Mendengar info itu, Tim Reserse Polres Cianjur yang dipimpin Inspektur Dua Sri Widodo, segera bergerak dan menyisir lokasi tempat mayat ditemukan. Letaknya sekitar lima ratus meter di bawah lembah Gunung Sawo, Desa Tanggeng, Kecamatan Tangeng, 80 kilometer dari Cianjur. Kepada SCTV, salah seorang saksi yang melihat, Heru, mengaku dirinya melihat puluhan mayat bergelantungan di atas pohon dengan posisi seperti orang tertidur.
Dari catatan Polres Cianjur, tercatat empat kelompok eksekutor yang melakukan pembunuhan secara sadis dengan 21 korban, di enam kecamatan di Cianjur Selatan dan lokasi pembunuhan di 22 desa. Pembunuhan tersebut berlangsung sejak Juli sampai Oktober. Hingga kini aparat masih melakukan pelacakan terhadap sejumlah korban.
Dari pengakukan para tersangka, sedikitnya sepanjang Juni-Oktober, sedikitnya, telah membunuh 45 orang dengan motif dukun santet. Repotnya, polisi kerap mengalami kesulitan untuk mengungkapkan kasus pembunuhan ini lantaran keluarga korban enggan melapor. Mereka umumnya trauma terhadap peristiwa tragis tersebut.(RSB/Fransambudi dan Dwi Guntoro)
Jumat (24/11), anggota pecinta alam yang tersesat, mengaku melihat puluhan mayat tergantung di pohon. Mendengar info itu, Tim Reserse Polres Cianjur yang dipimpin Inspektur Dua Sri Widodo, segera bergerak dan menyisir lokasi tempat mayat ditemukan. Letaknya sekitar lima ratus meter di bawah lembah Gunung Sawo, Desa Tanggeng, Kecamatan Tangeng, 80 kilometer dari Cianjur. Kepada SCTV, salah seorang saksi yang melihat, Heru, mengaku dirinya melihat puluhan mayat bergelantungan di atas pohon dengan posisi seperti orang tertidur.
Dari catatan Polres Cianjur, tercatat empat kelompok eksekutor yang melakukan pembunuhan secara sadis dengan 21 korban, di enam kecamatan di Cianjur Selatan dan lokasi pembunuhan di 22 desa. Pembunuhan tersebut berlangsung sejak Juli sampai Oktober. Hingga kini aparat masih melakukan pelacakan terhadap sejumlah korban.
Dari pengakukan para tersangka, sedikitnya sepanjang Juni-Oktober, sedikitnya, telah membunuh 45 orang dengan motif dukun santet. Repotnya, polisi kerap mengalami kesulitan untuk mengungkapkan kasus pembunuhan ini lantaran keluarga korban enggan melapor. Mereka umumnya trauma terhadap peristiwa tragis tersebut.(RSB/Fransambudi dan Dwi Guntoro)