Fahri Hamzah Dilaporkan Kader PKS ke Polda Metro Jaya

Fahri dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui ITE.

oleh Merdeka.comDiterbitkan 28 Maret 2018, 14:32 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah usai memenuhi panggilan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (19/3). Fahri menyatakan Sohibul Iman melakukan penyerangan di depan umum dengan menyebut dirinya pembohong dan pembangkang. (Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, kembali dilaporkan ke polisi. Kali ini pelaporannya Ketua DPW PKS DKI Jakarta, Shakir Purnomo.

Pelaporan itu dibuat Shakir, Selasa 27 Maret 2018 ke Polda Metro Jaya. Fahri dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik melalui ITE.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono membenarkan adanya laporan terhadap Fahri Hamzah. Sampai saat ini, laporan yang dibuat oleh Shakir itu masih diproses atau ditindaklanjuti.

"Iya benar ada laporan," kata Argo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Materi yang dilaporkan adalah cuit Fahri di akun Twitter-nya. Pada tanggal 3 atau 4 Januari 2018 lalu, akun Twitter @fahrihamzah diduga melakukan pencemaran nama baik.

"Kasus ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," ujarnya.

 

 

Laporan Sebelumnya

Fahri Hamzah mendatangi Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai pelapor (Merdeka.com/Ronald)

Sebelumnya diberitakan, Kelompok yang menamakan diri Cyber Indonesia melaporkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon ke Polda Metro Jaya. Keduanya dinilai turut terlibat penyebaran hoax atau berita bohong terkait isu pimpinan Muslim Cyber Army (MCA) adalah Ahokers atau pendukung Ahok saat Pilkada 2017.

Kuasa hukum Cyber Indonesia, Muhammad Rizki menjadi pelapor atas perkara tersebut. Laporan itu diterima polisi dengan nomor LP/1336/III/2018/PMJ/ Dit.Reskrimsus.

Rizki menyampaikan, Fahri dan Fadli dilaporkan dengan dugaan penyebaran ujaran kebencian melalui media elektronik. Pasalnya, dalam kicauan twitter, mereka meretwit postingan salah satu media online dengan judul 'Tersangka Muslim Cyber Army Diduga Ahokers'.

Reporter: Nur Habibie

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya