Liputan6.com, Jakarta: Irfan Satria, seorang pelajar Kelas II-4 sekolah Menengah Umum Negeri 47 Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tewas akibat ledakan sebuah tabung berisi gas helium, Sabtu (27/4) sekitar pukul 06.50 WIB. Ledakan juga mengakibatkan dua siswa lainnya terluka, Alwin Taher dan Budi Wiyono. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jaksel. Hingga saat ini, Alwin masih dirawat secara intensif di ruang gawat darurat RSPP. Sedangkan Budi tengah menjalani operasi di rumah sakit yang sama.
Kepala Sekolah SMUN 47 S.H. Hatta menuturkan, musibah bermula saat Irfan dan kawan-kawannya tengah bercengkerama di tangga depan sekolah. Saat bersamaan, seorang penjual balon tengah mengisi balon-balon dengan gas. Sedianya, balon-balon itu akan digunakan sebagai hiasan dalam rangka ulang tahun ke-20 sekaligus reuni sekolah tersebut.
Tiba-tiba, tabung gas milik penjual balon meledak dan serpihannya langsung mengenai kepala Irfan. Tak ayal, kepala pelajar kelas dua itu langsung terbelah dan otak berceceran hingga ke dinding lantai dua. Seketika itu juga Irfan tewas. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
Setelah kejadian, petugas sekolah langsung membersihkan koyakan tubuh Irfan yang melekat di dinding sekolah. Sedangkan seluruh pelajar SMUN 47 melaksanakan doa bersama sebagai tanda berkabung atas musibah tersebut.
Sejauh ini, si penjual balon, Ketua Panitia HUT ke-20 dan Reuni SMUN 47, serta Ketua Organisasi Intra Siswa tengah dimintai keterangan oleh kepolisian setempat. Sedangkan acara peringatan ulang tahun dan reuni akhirnya dibatalkan pihak sekolah.(ANS/Tri Ambarwatie dan Donny Indradi)
Kepala Sekolah SMUN 47 S.H. Hatta menuturkan, musibah bermula saat Irfan dan kawan-kawannya tengah bercengkerama di tangga depan sekolah. Saat bersamaan, seorang penjual balon tengah mengisi balon-balon dengan gas. Sedianya, balon-balon itu akan digunakan sebagai hiasan dalam rangka ulang tahun ke-20 sekaligus reuni sekolah tersebut.
Tiba-tiba, tabung gas milik penjual balon meledak dan serpihannya langsung mengenai kepala Irfan. Tak ayal, kepala pelajar kelas dua itu langsung terbelah dan otak berceceran hingga ke dinding lantai dua. Seketika itu juga Irfan tewas. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
Setelah kejadian, petugas sekolah langsung membersihkan koyakan tubuh Irfan yang melekat di dinding sekolah. Sedangkan seluruh pelajar SMUN 47 melaksanakan doa bersama sebagai tanda berkabung atas musibah tersebut.
Sejauh ini, si penjual balon, Ketua Panitia HUT ke-20 dan Reuni SMUN 47, serta Ketua Organisasi Intra Siswa tengah dimintai keterangan oleh kepolisian setempat. Sedangkan acara peringatan ulang tahun dan reuni akhirnya dibatalkan pihak sekolah.(ANS/Tri Ambarwatie dan Donny Indradi)