Penyerangan Ahmadiyah Disinyalir Terencana

LBH Jakarta, Kontras, dan ILRC mensinyalir serangan sekelompok massa kepada warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, bukan kejadian spontanitas. Diduga kuat, kekerasan itu merupakan tindakan terencana.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Februari 2011, 02:38 WIB
Liputan6.com, Pandeglang: Aksi sekelompok massa yang menyerang warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, Ahad lalu, disinyalir bukan kejadian spontanitas. Namun, diduga kuat rekayasa. Temuan awal Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Jakarta, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), serta Indonesia Legal Resource Center atau ILRC menunjukkan, peristiwa penyerangan itu merupakan tindakan terencana. 

"Perencanaan dan terorganisirnya jelas, ada dua kelompok yang menyerang dalam kondisi bergantian," kata Indriati Fernida, Wakil Koordinator Kontras di Jakarta, Kamis (10/2).

Ia menambahkan, kendati kelompok penyerang tidak menggunakan atribut tertentu, tapi punya tanda pita biru yang tak lama kemudian berganti pita hijau. "Sehingga sepertinya ada pergantian peran disitu," ucapnya.

Beberapa saksi juga melihat, setelah penyerangan, beberapa pelaku menerima amplop cokelat sebagai bayaran atas aksi anarkis mereka. Kejanggalan-kejanggalan ini tidak disampaikan kepolisian kepada masyarakat sehingga berpotensi menimbulkan persepsi yang salah. Saat memberikan keterangan di DPR beberapa waktu silam, Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo memang mengakui jika ada aktor inteletual di belakang penyerangan.

Melalui temuan ini, LBH Jakarta dan Kontras mendorong Komnas HAM untuk mencari fakta sesungguhnya dan penyelidikan internal Polri terkait pembiaran kasus ini oleh sejumlah oknum aparat kepolisian di lapangan.(BOG)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya