Patung Tiga Dewi Akhirnya Dirobohkan

Allahu Akbar! Sekelompok massa berteriak ketika patung Tiga Mojang seharga Rp2,5 miliar yang menjadi ikon sebuah perumahan elit Kota Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, bisa dilepaskan dari penyangganya untuk dirobohkan.

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Juni 2010, 12:09 WIB
Liputan6.com, Bekasi:  Allahu Akbar! Sekelompok massa berteriak ketika patung Tiga Mojang seharga Rp2,5 miliar yang menjadi ikon sebuah perumahan elit Kota Harapan Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, bisa dilepaskan dari penyangganya untuk dirobohkan.

Patung setinggi 19 meter berbentuk tiga perempuan berpakaian seksi karya seniman Bali, Nyoman Nuarta, itu berhasil dirobohkan saptu (19/6) pagi setelah aparat dan massa bekerja keras sejak Sabtu dinihari pukul 03.30 WIB. Patung yang terbuat dari perunggu dan pembuatannya menghabiskan dana  hingga Rp 2,5 miliar ini,  dirobohkan setelah diprotes keras oleh kalangan ulama dan masyarakat setempat dan pendiriannya juga dituding tidak berizin.

Usai patung itu diangkat menggunakan crane kobelco, persoalan lain yang muncul adalah bagaimana memindahkan patung itu dari lokasi semula. Sebuah truk trailer datang 10 menit kemudian. Tiga kawat baja yang dipasang pada tiga sisi patung itu secara perlahan-lahan digerakkan kearah mobil trailer yang ditempatkan disisi kanan pintu gerbang perumahan tersebut. Patung selanjutnya ditidurkan diatas mobil trailer. Untuk mensinkronkan posisinya petugas mengalami kesulitan meski telah dibantu sebuah truk lain untuk membetulkan posisi patung. Setelah itu sebuah mobil trailer lain didatangkan untuk menyeimbangkan posisi patung setelah peralatan crane tidak mampu lagi menggerakkannya. Proses itu baru selesai menjelang pukul 10:00 WIB.

Kabag operasi Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Museni, mengatakan bahwa selanjutnya akan dibawa ke kantor Polsek Medan Satria untuk diamankan sementara waktu. "Kita amankan dulu dan setelah itu patung akan dipotong agar bisa dibawa oleh pengembang," ujarnya. Keberadaan patung yang tidak berizin tersebut menuai protes dari kalangan umat Islam. Ribuan orang berdemonstrasi meminta patung yang dinilai simbol Trinitas itu dirobohkan (Baca: Patung Tiga Dewi Diprotes Massa FUI).

 Walikota Bekasi Mochtar Mohamad telah mengirim surat imbauan kepada pihak pengembang melalui surat nomor 300/1118-set/V/2010 tertanggal 17 Mei 2010 untuk membongkar sendiri bangunan patung, namun sampai sebulan patung tak kunjung dibongkar. Sekretaris MUI Kota Bekasi, KH Iskandar Gozali, menyatakan bahwa rasa syukurnya patung yang bermakna kemusyrikan itu berhasil dibongkar. "Patung itu sudah seharusnya dibongkar karena melukai perasaan umat Islam serta mencitrakan ajaran agama tertentu. Kalau mau seni silahkan tapi jangan dengan maksud tertentu," ujarnya. (Ant)


POPULER

Berita Terkini Selengkapnya