Liputan6.com, Pekanbaru: Kasus Bom Malam Natal 2000 di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pekanbaru, Riau, yang menewaskan empat orang mulai menunjukkan titik terang. Ikbal, pembawa bom di Pangkalan Kerinci mengaku, mengenal dan pernah disuruh tersangka berinisial IS untuk meledakkan Gereja HKBP Pekanbaru. Demikian diutarakan Kepala Kepolisian Riau Brigadir Jenderal Polisi Jonny Yodjanna di Pekanbaru, baru-baru ini.
Jonny menjelaskan, Ikbal ditangkap beberapa hari sebelum Natal 2001, karena kedapatan membawa tiga unit bom rakitan ke Gereja Pantekosta di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kini, menurut Jonny, Ikbal masih diperiksa secara intensif. Bahkan, Polda Riau telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti keterangan Ikbal.
Selain Ikbal, sebenarnya Polda Riau juga telah menangkap empat orang tersangka peledakan bom di Tanjung Pinang, Riau. Tapi, sejauh ini, keempat tersangka itu tak memiliki hubungan dengan peledakan bom malam Natal di Riau.(ICH/Yusril Ardanis)
Jonny menjelaskan, Ikbal ditangkap beberapa hari sebelum Natal 2001, karena kedapatan membawa tiga unit bom rakitan ke Gereja Pantekosta di Kabupaten Pelalawan, Riau. Kini, menurut Jonny, Ikbal masih diperiksa secara intensif. Bahkan, Polda Riau telah membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti keterangan Ikbal.
Selain Ikbal, sebenarnya Polda Riau juga telah menangkap empat orang tersangka peledakan bom di Tanjung Pinang, Riau. Tapi, sejauh ini, keempat tersangka itu tak memiliki hubungan dengan peledakan bom malam Natal di Riau.(ICH/Yusril Ardanis)