Liputan6.com, Jakarta - Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan virus mematikan yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini akan menyerang siapa saja yang berpotensi mengidap penyakit tersebut. Tidak peduli umur, warna kulit, atau status sosial.
Tercatat, terdapat lebih dari 30 juta orang di dunia yang terkena virus mematikan tersebut. Sebagian di antara mereka harus mengalah pada serangan penyakit itu dan akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga
- 6 Adegan Kontroversial di Film Anak Disney
- 6 Artis Hollywood Ini Punya Fobia terhadap Hewan
- 5 Artis Janda Seksi yang Dinikahi Pengusaha Kaya Raya
Advertisement
Beberapa artis ini bukti penderita HIV/AIDS menyerah dengan penyakit yang menggerogoti. Kisah mereka dapat menjadi pembelajaran bagi siapa saja yang membacanya. Siapa sajakah mereka?
1. Rock Hudson (1925-1985)
1. Rock Hudson (1925-1985)
Rock Hudson dikenal sebagai dambaan para wanita di era tahun 1950-an hingga 1960-an. Peran Hudson di sejumlah film membuat namanya semakin melejit. Kehidupannya yang cemerlang di depan kamera ternyata tidak berbanding lurus dengan kehidupan pribadinya.
Ia memang sempat dikabarkan dekat dengan sejumlah aktris di eranya, seperti Doris Day, Julie Andrews, dan Elizabeth Taylor, tetapi selama bertahun-tahun pula ia menyembunyikan rahasia. Rock Hudson adalah seorang homoseksual. Ia menutupi statusnya tersebut dengan menikahi Phyllis Gates.
Hudson meninggal karena penyakit komplikasi yang disebabkan oleh virus HIV pada tahun 1985. Kematiannya menyebabkan kepanikan di Hollywood kala itu. Pasalnya, ia sempat beradegan ciuman bergairah dengan lawan mainnya, Linda Evans. Hudson merupakan artis kawakan Hollywood pertama yang meninggal karena sakit.
2. Gia Carangi (1960-1986)
2. Gia Carangi (1960-1986)
Gia Carangi disebut sebagai supermodel pertama dan model sampul majalah tercantik di dunia pada akhir era tahun 1970-an dan 1980-an. Wajahnya muncul pada edisi internasional majalah Vouge, lima edisi majalah Cosmopolitan, dan di beberapa iklan merek fashion ternama.
Bagi publik, mungkin kala itu ia tengah hidup di dalam mimpi para gadis. Namun, ternyata Gia menyimpan luka di dalam hatinya. Ia merupakan seorang lesbian yang menyimpan masa lalu buruk dalam keluarganya. Hal itu yang membuat dirinya memiliki ketergantungan pada obat-obatan terlarang.