Liputan6.com, Bandung- Persib Bandung kembali akan menyambangi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Namun kali ini, tim berjuluk Maung Bandung tersebut tidak berhadapan dengan musuh bebuyutan asal Ibu Kota, Persija Jakarta.
Lawan Persib adalah Sriwijaya FC. Kedua tim akan tampil di laga final Piala Presiden, Minggu (18/10/2015). Maung Bandung datang dengan ambisi ingin mengawinkan gelar turnamen elit ini dengan trofi juara Liga Super Indonesia (ISL) 2014.
Advertisement
Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman, berusaha memanfaatkan jeda waktu yang tersisa untuk mematangkan kekuatan timnya. Djadjang ingin memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan tim lawan untuk mencuri gol dalam laga nanti.
Bagi Djadjang sendiri, duel Persib vs Sriwijaya nanti sekaligus membuka kembali memori indah era Perserikatan 1986 lalu. Saat itu Persib sukses mengangkat trofi juara di SUGBK usai mengalahkan Perseman Manokwari di final dengan skor 1-0.
Djadjang menjadi pahlawan Persib dalam duel ini lewat gol tunggal yang dicetaknya ke gawang Perseman. Momen tersebut kian terasa indah karena dalam dua musim berturut-turut sebelumnya, Maung Bandung selalu gagal di final. Langkah Maung Bandung merebut gelar juara pada musim 1983 dan 1985 dijegal oleh PSMS Medan lewat drama adu penalti.
Pada final 1983, PSMS unggul 3-2 usai bermain 0-0 hingga 120 menit. Sedangkan dua tahun kemudian, PSMS kembali mengalahkan Persib di lokasi yang sama dengan skor 2-1 setelah bermain imbang 2-2 hingga babak perpanjangan waktu.
Djanur mengatakan, bahwa tampil di SUGBK pemain justru bisa lebih lepas. Ini yang pernah dirasakannya saat masih memperkuat Maung Bandung bertanding di stadion legendaris tersebut. "Tidak ada hambatan, lapangan bagus, semua bagus. Saya merasakan ini saat dulu masih menjadi pemain," kata Djadjang kepada Liputan6.com, Kamis (15/10/2015).
Meski pernah merasakan memori indah di SUGBK, Djadjang tak ingin terlena. Menurutnya, pengalaman saat masih menjadi pemain hanyalah bagian dari statistik permainan saja. "Tapi berharap mudah-mudahan kesuksesan itu bisa berulang." (Okan/Rco)