Harga Emas Tumbang di Akhir Pekan

Harga terus tergelincir merespons penguatan di pasar saham Amerika Serikat (AS) melumpuhkan permintaan untuk logam mulia,

oleh Nurseffi Dwi WahyuniDiterbitkan 18 Oktober 2014, 09:04 WIB
Ilustrasi Harga Emas (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Chicago - Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange terus tergelincir merespons penguatan di pasar saham Amerika Serikat (AS) melumpuhkan permintaan untuk logam mulia sebagai aset alternatif.

Dilansir dari Xinhua, Sabtu (18/10/2014), kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Desember turun US$ 2,2 datau 0,18 persen menjadi US$ 1.239 per ounce. Tapi emas masih mengua dengan keuntungan sebesar 1,4 persen, naik untuk minggu kedua berturut-turut di tengah kekhawatiran ekonomi global.

Pasar saham AS mengbcetak kenaikan sebesar 1 persen yang mengurangi permintaan emas sebagai aset haven pengaman sosial.

Namun, prospek program bailout lain untuk Yunani memicu permintaan yang lebih tinggi untuk emas, membatasi kejatuhannya.

Wakil Presiden Komisi Eropa Jyrki Katainen memastikan Eropa akan terus membantu Yunani dengan cara apa pun yang diperlukan untuk memastikan kondisi pembiayaan yang wajar.

Sejak Mei 2010, Yunani telah menerima total 240 miliar euro bantuan dari Komisi Eropa, Dana Moneter Internasional dan Bank Sentral Eropa.

Analis pasar percaya bpada kekhawatiran ekonomi global membebani investor, emas akan terus sekitar US$ 1.24 per ounce.

Harga perak untuk pengiriman Desember kehilangan US$ 10,6 sen atau 0,61 persen menjadi US$ 17,331 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman Januari naik US$ 9,6  atau 0,77 persen menjadi US$ 1.261,5 per ounce. (NDw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya