Liputan6.com, Kolombo: Menjelang pemilihan umum, partai politik akan semakin aktif mengambil hati rakyat. Begitu pula yang terjadi di Srilangka. Menjelang Pemilu Parlementer Oktober mendatang, dua partai dominan, yakni Partai Aliansi Rakyat dan Partai Nasional Bersatu semakin giat mencari massa. Alhasil, tak hanya Kolombo, ibukota negeri ini yang semakin semarak, (UNP) serangan terhadap pemberontak pun tambah banyak.
Hari Senin (4/9) adalah batas penyerahan nominasi kandidat per partai politik. Partai Nasional Bersatu yang dipimpin Ranil Wickremasinghe melancarkan manifesto baru. Tema utama yang dikampanyekannya adalah masa depan yang lebih baik, aspek ekonomi, peningkatan pendapatan sektor publik, dan amandemen konstitusi.
Aliansi Rakyat (PA), sebagai partai yang kini berkuasa jelas tak mau ketinggalan. Presiden Kumaratunga sebagai pimpinan, tampaknya mengandalkan militer sebagai pedang bermata dua. Selain sebagai pembela negara, militer juga bisa diandalkan untuk menarik perhatian rakyat. Potensi kemenangan tentara melawan gerilyawan Macan Tamil di Semenanjung Jaffna, sekaligus digunakan untuk memperkuat posisi Kumaratunga dalam pemilu.
Akibatnya, sejak pekan silam bentrokan pun terjadi lagi di kawasan Semenanjung ini. Sumber dari kalangan militer di Srilanka membenarkan adanya serangan darat dan udara yang dilancarkan pemerintah terhadap kaum gerilyawan. Sumber lain menyebutkan, sedikitnya 316 orang tewas sejak Minggu (4/9). Hasil terakhir dari kebijaksanaan pemerintah ini adalah munculnya gelombang pengungsi.(HFS/Ula)
Hari Senin (4/9) adalah batas penyerahan nominasi kandidat per partai politik. Partai Nasional Bersatu yang dipimpin Ranil Wickremasinghe melancarkan manifesto baru. Tema utama yang dikampanyekannya adalah masa depan yang lebih baik, aspek ekonomi, peningkatan pendapatan sektor publik, dan amandemen konstitusi.
Aliansi Rakyat (PA), sebagai partai yang kini berkuasa jelas tak mau ketinggalan. Presiden Kumaratunga sebagai pimpinan, tampaknya mengandalkan militer sebagai pedang bermata dua. Selain sebagai pembela negara, militer juga bisa diandalkan untuk menarik perhatian rakyat. Potensi kemenangan tentara melawan gerilyawan Macan Tamil di Semenanjung Jaffna, sekaligus digunakan untuk memperkuat posisi Kumaratunga dalam pemilu.
Akibatnya, sejak pekan silam bentrokan pun terjadi lagi di kawasan Semenanjung ini. Sumber dari kalangan militer di Srilanka membenarkan adanya serangan darat dan udara yang dilancarkan pemerintah terhadap kaum gerilyawan. Sumber lain menyebutkan, sedikitnya 316 orang tewas sejak Minggu (4/9). Hasil terakhir dari kebijaksanaan pemerintah ini adalah munculnya gelombang pengungsi.(HFS/Ula)