Liputan6.com, Jakarta: Pertamina mempersilahkan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengaudit impor 600 ribu barel minyak mentah jenis Zatapi. "Silahkan audit. Kami tidak khawatir karena semua sudah transparan," kata Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno di Jakarta, Senin (31/3).
Menurut Ari, Pertamina selalu membeli minyak mentah melalui tender dengan harga yang kompetitif dan paling murah. "Kalau ada yang lebih murah silahkan tawarkan ke saya dan saya akan langsung beli. Jangan cuma ngomong saja," ujar ia. Ari menjelaskan, Pertamina membutuhkan minyak mentah jenis sweet berkadar belerang rendah, bukan sour crude dengan kandungan belerang tinggi.
Sour crude, jelas Ari, hanya dibutuhkan oleh Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Dan untuk penyediaan minyak jenis itu, Pertamina memiliki kontrak panjang dengan perusahaan minyak dan gas asal Arab Saudi, Aramco. "Jadi, semua kebutuhan sour crude sudah terpenuhi. Tapi kalau ada tawaran sweet crude dan harganya lebih murah, mari bicara dengan saya dan saya beli sekarang juga," ucap dia. Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Alvin Lie menyatakan, harga impor Zatapi yang dilakukan Pertamina lebih mahal US$ 11 hingga US$ 12 per barel dibandingkan produk lain dengan kualitas serupa.(BOG/ANTARA)
Menurut Ari, Pertamina selalu membeli minyak mentah melalui tender dengan harga yang kompetitif dan paling murah. "Kalau ada yang lebih murah silahkan tawarkan ke saya dan saya akan langsung beli. Jangan cuma ngomong saja," ujar ia. Ari menjelaskan, Pertamina membutuhkan minyak mentah jenis sweet berkadar belerang rendah, bukan sour crude dengan kandungan belerang tinggi.
Sour crude, jelas Ari, hanya dibutuhkan oleh Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Dan untuk penyediaan minyak jenis itu, Pertamina memiliki kontrak panjang dengan perusahaan minyak dan gas asal Arab Saudi, Aramco. "Jadi, semua kebutuhan sour crude sudah terpenuhi. Tapi kalau ada tawaran sweet crude dan harganya lebih murah, mari bicara dengan saya dan saya beli sekarang juga," ucap dia. Sebelumnya, anggota Komisi VII DPR Alvin Lie menyatakan, harga impor Zatapi yang dilakukan Pertamina lebih mahal US$ 11 hingga US$ 12 per barel dibandingkan produk lain dengan kualitas serupa.(BOG/ANTARA)