Liputan6.com, Jakarta: Tertangkapnya kembali Roy Marten karena mengonsumsi obat terlarang sangat mengagetkan pihak keluarga. Pasalnya, mereka semula sudah menganggap Roy sembuh serta lepas dari ketergantungan obat. Apalagi, kehidupan aktor senior itu sudah berbeda dari yang dulu. "Ini yang membuat kami sangat syok," kata Rudi Salam, kakak Roy Marten kepada reporter Liputan 6 SCTV Aryo Adi Prabowo di Jakarta, Rabu (14/11).
Rudi Salam mengungkapkan, adiknya memang pernah mengakui betapa sulitnya lepas dari narkotika dan obat-obatan berbahaya. Hari ini, Roy kembali diperiksa oleh tim penyidik Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, Jawa Timur. Namun bintang film era 1970-an itu menolak memberi penjelasan kepada wartawan seputar penangkapan kali kedua terhadap dirinya dalam kasus narkoba [baca: Roy Marten Bungkam].
Sementara hasil penyelidikan sementara polisi, narkoba yang digunakan Roy berasal dari Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur. Hal ini berdasarkan keterangan kurir narkoba yang juga keterangan kurir narkoba yang juga tertangkap bersama Roy Marten.
Ketua Umum Perkumpulan Narapidana Rahardi Ramelan menduga jaringan bandar narkoba di LP Cipinang sudah lama beroperasi. Namun menurut Rahardi, hal tersebut sulit dibuktikan. "Merka lebih pintar daripada yang menggerebek (polisi)," jelas mantan napi yang pernah mendekam di LP Cipinang karena kasus korupsi.
Sebenarnya, Polri sering kali bekerja sama dengan petugas LP Cipinang menggelar razia di dalam penjara. Hasilnya, sejumlah narkoba ditemukan. Sementara itu, pihak LP Cipinang menyatakan masih menunggu polisi untuk pembuktian tentang beredarnya narkoba di LP paling tua di Jakarta.
Sudah merupakan prosedur tetap, razia kamar napi dilakukan dua kali setiap bulan. Razia tersebut melibatkan polisi dan Badan Narkotika Nasional. Juli silam, 46 napi terbukti mengedarkan narkoba. Mereka akhirnya dipindahkan ke LP Nusakambangan. Selain itu, seorang sipir ditahan tidak bekerja lagi di LP Cipinang. Meski demikian, tidak tertutup kemungkinan masih ada napi serta sipir yang nekat mengedarkan narkoba dari balik terali besi.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)