Sukses

4 Kesiapan Pemerintah Yogyakarta Saat Aktivitas Gunung Merapi Meningkat

Liputan6.com, Sleman - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat. Guguran awan panas di Gunung Merapi, Sleman, Yogayakarta, kembali terjadi sebanyak lima kali dengan jarak luncur maksimum 1 kilometer ke hulu Sungai Gendol.

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Senin (18/2/2019), warga diminta untuk tetap tenang dan tidak panik karena kondisi ini belum dianggap membahayakan warga.

Sementara itu, suplai magma di dalam kubah lava Merapi masih relatif kecil. Namun, pemerintah setempat sudah meningkatkan kesiapsiagaan, seperti memasang 164 rambu evakuasi, mendirikan pos pantau di 12 lokasi, mempersiapkan sekitar 600 ribu masker, dan mengaktifkan 20 early warning sistem di Lereng Merapi.

"Jangan sampai ada aktivitas yang radiusnya kurang dari 3 kilometer. Lokasi itu harus dijaga dengan baik, kalau ada yang lupa harus diperingati untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Bupati Sleman Sri Purnomo.

Hingga kini, status Gunung Merapi masih ditetapkan level dua waspada.

Kondisi Merapi selalu dipantau di pos pengamatan di Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Warga yang tinggal di Lereng Gunung Merapi diimbau meningkatkan kewaspadaan. (Rio Audhitama Sihombing)