Sukses

Gundukan Tanah Jadi Petunjuk Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas Terungkap

Liputan6.com, Jakarta - Mobil Tim Inafis dan kendaraan tahanan Polres Banyumas, Jawa Tengah, tiba di lokasi rekonstruksi dengan pengawalan ketat aparat bersenjata, Rabu pagi. 

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Rabu (28/82019), ratusan warga telah memadati lokasi pembunuhan satu keluarga di Desa Pasinggangan, Kecamatan Banyumas.

Keempat tersangka kemudian dibawa masuk ke dalam rumah korban. Rekonstruksi berlangsung tertutup.

Para tersangka adalah Saminah dan tiga anaknya, Irfan, Putra, dan Saniah. Sedangkan keempat korban adalah kakak Saminah, Suprapto, adik Saminah, Sugiono, dan Heri, serta anak Suprapto, Vivian. Pembunuhan dilakukan 9 Oktober 2014.

Sebelumnya, polisi menangkap keempat tersangka setelah memeriksa setidaknya 10 saksi.

Saminah yang merupakan anak kedua nenek Misem tak ikut mengeksekusi korban, tetapi mengetahui jika anak-anaknya melakukan pembunuhan dan jasad korban ditimbun di belakang rumah.

"Setelah dikubur, korban ini disemen tipis. Setelah itu baru dikubur," kata Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun.

Pengungkapan kasus ini berawal dari penemuan gundukan tanah oleh seorang warga yang diminta membersihkan rumput di belakang rumah Misem.

Saat digali ditemukan sisa tulang-belulang manusia. Pembunuhan direncanakan dengan matang sehingga selama bertahun-tahun mampu mengelabui warga serta nenek Misem, orangtua tersangka dan korban. (Rio Audhitama Sihombing)