Sukses

Kepanikan Warga di Berbagai Lokasi Saat Gempa Banten Melanda

Patroli, Lampung - Gempa berkekuatan magnitudo 6,9 yang berpusat di 147 kilometer barat daya Kecamatan Sumur, Banten, membuat sejumlah pengunjung pusat perbelanjaan di Kecamatan Kedaton, Lampung, panik berlarian.

Seperti ditayangkan Patroli Indosiar, Sabtu (3/8/2019), dalam video rekaman warga, pengunjung kemudian berlari keluar dari dalam mal untuk menyelamatkan diri, pada Jumat malam kemarin. 

Sementara itu, di tempat perbelanjaan lainnya di Jalan Raden Intan, Bandar Lampung, seorang pegawai toko pingsan lantaran panik.

Kepanikan juga melanda sejumlah penghuni apartemen di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur saat gempa Banten mengguncang. Sejumlah penghuni berhamburan keluar dari unit apartemen yang berada di lantai atas sambil membawa anggota kelaurga mereka.

Menurut catatan BPBD Banten, hingga Sabtu pagi tadi sekitar 21 unit rumah rusak berat dan 37 lainnya rusak ringan di Kabupaten Pandeglang. Rumah warga yang mengalami kerusakan umumnya retak dan ambrol pada atap.

Selain di Banten, dampak gempa juga mengakibatkan sedikitnya 12 rumah di Desa Sukamanah dan Desa Kuta, Kabupaten Bogor, rusak. Tidak ada korban jiwa akibat gempa ini. Warga memilih untuk mengungsi ke tempat yang aman.

Sementara itu, berdasarkan sumber dari BNPB, akibat gempa sekitar 1.050 jiwa harus mengungsi di Provinsi Banten. Adapun mereka yang terluka mencapai empat orang dan satu meninggal dunia.

Sementara di Lampung, sekitar 1.000 jiwa harus mengungsi. Hingga Sabtu pagi tercatat sekitar 113 rumah rusak.