Sukses

Suka Traveling atau Kerja di Kafe, Yuk Mulai Waspada Internetan Pakai WiFi Publik

Kamu suka traveling atau kerja di kafe sembari memakai layanan WiFi publik? Sebaiknya mulai waspada kalau internetan dengan WiFi publik karena rentan serangan yang mengambil data pribadi kamu.

Liputan6.com, Jakarta - Kamu sering cafe hopping untuk bekerja dari luar kantor menggunakan WiFi publik? Atau kamu suka traveling ke luar negeri dan kerap memakai layanan internet yang tersedia di airport?

Kalau iya, kamu harus terus waspada guna memastikan keamanan dan perlindungan data pribadimu. Kenapa? Kan cuma internetan?

Pasalnya menurut perusahaan keamanan siber Kaspersky, WiFi publik menjadi sarana yang kerap dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menyusup ke dalamnya. Terkadang para penjahat siber membuat jaringan WiFi publik palsu hingga menyusupi jaringan yang sudah ada.

Ada kalanya penjahat siber memakai nama yang sangat mirip dengan jaringan yang sah untuk menipu agar pengguna terhubung.

Ketika pengguna sudah terhubung dengan jaringan internet tersebut, informasi pribadi pengguna seperti login media sosial, detail perbankan, hingga alamat email menjadi rentah terhadap intersepsi dan penyalahgunaan.

Untuk itu, para ahli di Kaspersky punya cara efektif yang bisa diikuti pengguna demi melindungi diri dan memastikan data mereka tetap aman. Apa saja?

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kaspersky Kasih Tips Menjaga Keamanan Saat Internetan Pakai WiFi Publik

  1. Hanya Terhubung ke Wi-Fi publik bila diperlukan: Ada baiknya kamu hanya terhubung ke jaringan WiFi publik, jika benar-benar perlu. Pasalnya WiFi publik memiliki potensi kerentanan dalam hal keamanan.
  2. Memverifikasi keaslian jaringan: Saat menggunakan Wi-Fi publik, pastikan kamu mengonfirmasi keabsahanjaringan dengan staf fasilitas. Hal ini bisa membantu mencegah koneksi ke jaringan palsu yang mungkin menangkap informasi pribadi.
  3. Memperhatikan halaman login jaringan Wi-Fi publik: Jika jaringan WiFi publik meminta kredensial login melalui platform eksternal seperti jejaring sosial, ini adalah tanda peringatan. Pasalnya, permintaantersebut dapat mengindikasikan upaya phishing yang bertujuan untuk mencuri informasi pribadi.
  4. Menghindari transaksi sensitif di Wi-Fi publik: Pastikan untuk sebisa mungkin menghindari akses situs web yang memerlukan informasi login, khususnya layanan keuangan, saat terhubung ke Wi-Fi publik. Praktik ini secara signifikan mengurangi risiko intersepsi datasensitif.
  5. Meningkatkan privasi dan keamanan dengan VPN: Menggunakan VPN saat menggunakan Wi-Fi publik dapat meningkatkan privasi internet seseorang secara signifikan. Apalagi, VPN modernmengenkripsi data dan melindungi aktivitas online dari akses tidak sah, dan penggunaannya tidak terlalu memengaruhi kecepatan internet, sehingga cocok untuk digunakan terus-menerus.
3 dari 3 halaman

Penggunaan VPN

Penggunaan VPN yang andal memastikan pengalaman menjelajah pengguna di jaringan WiFi publik tetap bersifat personal.

Selain menyediakan enkripsi data, beberapa solusi keamanan komprehensif yang disediakan VPN dinilai bisa melindungi dari berbagai risiko dunia maya.

Misalnya phishing, yakni ketika penipu membuat jaringan palsu untuk mencuri kredensial login dan spoofing DNS. Spoofing DNS ini mengarahkan pengguna ke situs berbahaya.

Nah, penggunaan enkripsi VPN membantu melindungi si pengguna dari serangan tertarget yang bisa mengungkap riwayat penelusuran dan informasi sensitif lainnya, hingga menawarkan perlindungan kuat terhadap potensi bahaya terkait jaringan WiFi publik.

VPN juga bisa dipakia terus menerus, tak hanya saat terhubung ke WiFi publik. Menerapkan VPN setiap saat diyakini Kaspersky bisa memastikan data pengguna tetap terlindungi, menjaga privasi apa pun dari jaringan yang digunakan.

Layanan VPN juga diklaim tak mengurangi kecepatan internet, jadi pengguna bisa menikmati perlindungan penuh tanpa mengalami penurunan kecepatan penelusuran atau pengunduhan yang signifikan.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.