Sukses

Hindari 5 Kesalahan Serius Ini Saat Isi Daya Smartphone

Liputan6.com, Jakarta - Pengguna smartphone tak pernah lupa mengisi daya smartphone mereka tiap harinya. Karena kalau sampai lupa, perangkat akan kehabisan daya dan tidak bisa menjalankan aktivitas sehari-harinya.

Namun dari aktivitas rutin pengisian daya smartphone ini, rupanya ada berbagai hal yang perlu diperhatikan. Jika kamu ingin baterai smartphone kamu bisa bertahan lama, kamu harus menghindari berbagai kesalahan serius saat mengisi daya, sebagaimana dikutip dari Gizchina, Senin (23/1/2023).

1. Gunakan Pengisi Daya Resmi

Kesalahan serius pertama saat mengisi daya adalah menggunakan pengisi daya yang tidak resmi. Hal ini kerap dilakukan oleh banyak orang, karena menganggap isi daya dengan pengisi daya apa pun tetap bisa dilakukan asal cocok dengan port di smartphone.

Padahal, penggunaan pengisi daya atau kabel yang tidak resmi bisa menyebabkan kerusakan internal. Oleh karenanya, jika memang smartphone kamu tidak menyediakan pengisi daya, kunjungi dan beli pengisi daya resmi dan carilah yang sesuai dengan smartphone kamu.

Dengan komponen resmi, pengguna bisa mengisi daya smartphone sesuai keluaran dayanya dan mengurasi risiko masalah jangka panjang.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

2. Jangan Biarkan Baterai Habis, Baru Kemudian Isi Daya

Meski smartphone masih bisa berfungsi saat baterainya lowbat, ada baiknya untuk mengisi daya sebelum baterai benar-benar habis. Saat ini, smartphone baik itu Android atau iPhone bisa memberi notifikasi ke pengguna jika baterai smartphone mereka mulai lowbat.

Pengaturan standar di iPhone, akan ada notifikasi jika baterai memasuki 20 persen. Ponsel pun akan menanyakan apakah ingin memasuki mode hemat atau tidak.

Dalam kondisi seperti ini, penting untuk memperhatikan perangkat dan mencolokkannya ke sumber daya segera setelah muncul notifikasi tersebut.

Menurut para ahli, persentase daya yang ideal adalah antara 20 hingga 80 persen. Meski begitu, untuk perangkat tertentu, pengisian daya mungkin akan dijeda otomatis jika sudah mencapai 80 persen dan ponsel sudah dalam kondisi panas.

3 dari 5 halaman

3. Kalau Baterai Cukup Penuh, Segera Cabut dari Smartphone

Smartphone modern atau model lebih baru memiliki kemampuan untuk berhenti mengisi daya saat baterai mencapai 100 persen. Namun, ini berarti pengisi daya berhenti berfungsi.

Sebaliknya, jika pengguna membiarkan baterai berkurang lagi karena dipakai saat dicas, pengisian akan berlangsung kembali untuk memulihkan kapasitasnya.

Untuk itu, disarankan bagi pengguna untuk tidak menggunakan smartphone saat dayanya sedang diisi.

Pengisian yang berlangsung terlalu lama dapat merusak sel baterai, sehingga durasi dan masa pakai perangkat juga akan terpengaruh. Oleh karenanya, cabutlah kabel isi daya setelah baterai smartphone cukup penuh.

4 dari 5 halaman

4. Panas Berlebih Bahaya Bagi Baterai

Suhu memiliki peran penting dalam daya tahan dan peningkatan masa pakai baterai, selain faktor-faktor di atas.

Faktanya, panas berlebih juga merupakan ancaman terbesar bagi kesehatan baterai dalam jangka panjang. Dalam hal ini, suhu tinggi menekan baterai dan menyebabkannya kehilangan kapasitas jauh lebih cepat daripada saat disimpan pada suhu sedang.

5 dari 5 halaman

5. Setop Pakai Smartphone Saat Sedang Diisi

Kamu mungkin sering memakai smartphone saat sedang diisi daya. Mulai sekarang, hentikan kebiasaan itu.

Pasalnya, penggunaan smartphone untuk bermain game atau menonton video sambil isi daya sangat berbahaya karena membuat situs pengisian daya terdistorsi.

Memakai smartphone saat sedang dicas membuat baterai smartphone jadi panas dan bisa merusaknya.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS