Sukses

Elon Musk Pastikan Apple Kembali Beriklan di Twitter

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk baru saja mengumumkan Apple telah kembali sepenuhnya beriklan di Twitter. Informasi ini diungkap langsung oleh Elon dalam Twitter Space yang digelar melalui pesawat pribadinya.

Sebelumnya pada 28 November 2022, Elon menyebut Apple telah berhenti beriklan di Twitter. Menurut laporan The New Times, Apple berhenti beriklan sementara di Twitter usai insiden penembakan Club Q yang terjadi pada 19 November 2022.

Dikutip dari Engadget, Senin (5/12/2022), pemberhentian dilakukan sejumlah brand, termasuk Apple, karena mereka tidak ingin produknya terlihat berdampingan dengan tweet seputar tragedi tersebut.

Untuk itu, setelah sempat mengkritik Apple, Elon menyatakan diri telah bertemu dengan CEO Apple Tim Cook. Terlebih, sempat ada pernyataan yang menyebut Twitter berpotensi dihapus dari App Store.

"Tim menjelaskan Apple tidak pernah mempertimbangkan untuk melakukannya," tulis Elon. Lalu, ia juga menuliskan, Apple merupakan pengiklan terbesar yang ada di Twitter.

Dalam kesempatan yang sama, bos Tesla juga berterima kasih pada pengiklan karena telah kembali ke Twitter. Selain Apple, laporan lain juga menyebut Amazon juga berencana kembali beriklan di Twitter.

E-commerce asal Amerika Serikat itu disebut telah berkomitmen untuk belanja iklan dengan nilai sekitar USD 100 juta per tahun, sambil menunggu beberapa perubahan keamanan pada platform tersebut.

Untuk diketahui, sejak kepemimpinan Elon Musk, pendapatan iklan Twitter memang dilaporkan turun signifikan. Selama minggu pertama Piala Dunia Qatar 2022, perusahaan hanya menghasilkan sekitar 20 persen dari pendapatan iklan yang diharapkan pada periode tersebut.

Oleh sebab itu, kabar kembalinya Apple dan Amazon yang akan beriklan ke Twitter seolah menjadi angin segar bagi perusahaan. Apalagi, Elon sempat menyatakan perusahaan berisiko bangkrut, apabila tidak segera dilakukan tindakan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Elon Musk Temui Tim Cook: Twitter dan Apple Berdamai

Sebelumnya, Elon Musk mengaku telah menemui CEO Apple Tim Cook untuk membahas kesalahpaham terkait nasib aplikasi Twitter di App Store.

Musk, yang awal pekan ini mengklaim bahwa Apple telah 'mengancam untuk menghapus Twitter dari App Store', mengatakan dia dan Cook melakukan 'percakapan yang baik' selama pertemuan di kantor pusat Apple di Cupertino, California.

“Di antaranya, kami menyelesaikan kesalahpahaman tentang kemungkinan Twitter dihapus dari App Store,” tulis Elon Musk di Twitter, dikutip Kamis (1/12/2022).

“Tim Cook menjelaskan bahwa Apple tidak pernah mempertimbangkan untuk melakukannya,” sambung Musk.

Elon Musk sendiri tidak menjelaskan inti masalah Apple dengan aplikasi Twitter. Namun, mantan Head of Trust and Safety Twitter menyatakan bahwa Apple telah menandai berbagai masalah selama proses peninjauan aplikasi di masa lalu.

Selain masalah App Store, Musk juga bergabung dengan komunitas pengembang untuk mengkritik 'pajak rahasia' App Store sebesar 30 persen untuk pembelian dalam aplikasi.

Musk dilaporkan menunda peluncuran kembali langganan Twitter Blue untuk menghindari biaya. Demikian menurut buletin Platformer, dikutip dari Engadget.

 

3 dari 5 halaman

Elon Musk Tunda Peluncuran Twitter Blue di Apple App Store, Kenapa?

Rencana Twitter Blue meluncur di aplikasi iOS pada 29 November harus ditunda, karena perusahaan ingin menghindari potongan sebesar 30 persen via Apple App Store.

Saat Twitter Blue tersedia di awal bulan ini, pengguna hanya dapat berlangganan lewat aplikasi di App Store.

Elon Musk sendiri secara terbuka menunjukkan ketidaksenangannya dengan kebijakan perusahaan bentukan Steve Jobs itu, dan ingin menghindari membayar biaya ke Apple.

Informasi, Elon Musk memutuskan untuk menghentikan sementara pendaftaran ini disebabkan Twitter dibanjiri oleh akun menirukan selebriti, perusahaan, dan merek terkenal.

Karyawan platform media sosial itu juga telah diberi tahu akan ada perubahan lain pada layanan berlangganan, termasuk kenaikan harga Twitter Blue dari USD 7,99 menjadi USD 8.

Selain itu, pelanggan layanan Twitter Blue juga harus menyertakan nomor telepon agar akun mereka terverifikasi, sebagaimana dikutip dari Platformer, Rabu (30/11/2022).

Elon Musk semakin menyerang Apple lewat cuitan di akun Twitter-nya. Pada 18 November 2022, dia mengkritik potongan "pajak tersembunyi 30 persen".

Senin kemarin, bos SpaceX itu mengklaim Apple sebagai pengiklan terbesar Twitter telah setop beriklan di jejaring media sosial itu.

Selain setop beriklan, perusahaan bermarkas di Cupertino itu juga mengancam bakal mendepak Twitter dari toko aplikasi milik Apple tersebut.

Sayangnya, Apple tidak mengonfirmasi cuitan Elon Musk tersebut. Namun, sejumlah pihak berspekulasi aksi tersebut karena PHK besar-besaran dan keputusan untuk memberikan amnesti ke akun yang diblokir. 

4 dari 5 halaman

Elon Musk Marah, Apple Dituding Ancam Tangguhkan Twitter di App Store

Sebelumnya, Elon Musk menuding Apple telah mengancam akan menangguhkan Twitter dari App Store. Hal itu seperti diungkapkan pemilik baru platform media sosial itu melalui akun Twitter-nya.

"Apple juga mengancam akan menangguhkan Twitter dari App Store mereka, tetapi tidak memberitahu kami mengapa," kata Musk, dikutip Selasa (29/11/2022).

Musk tidak menjelaskan lebih lanjut apakah Apple mau menahan pembaruan atau update untuk Twitter, atau mengancam akan menghapus aplikasi dari toko aplikasinya sama sekali.

Dalam cuitan lainnya, Musk juga menentang "pajak" 30 persen Apple untuk pembelian dalam aplikasi. Ia juga mengklaim pemilik App Store itu telah melakukan sensor pengembang lain. 

Elon Musk juga mengatakan kalau Apple "sebagian besar telah berhenti beriklan di Twitter." CEO Tesla itu pun mempertanyakan apakah produsen iPhone itu "membenci kebebasan berbicara di Amerika."

Sejauh ini, belum ada tanggapan dari Apple maupun sang CEO Tim Cook, yang akunnya juga di-mention oleh Elon Musk di Twitter soal hal tersebut.

Dikutip dari Engadget, ini bukan pertama kalinya Apple mempermasalahkan Twitter.

Dalam sebuah op-ed yang diterbitkan di The New York Times, Yoel Roth, mantan Head of Trust and Safety, Twitter mengungkapkan, peninjau App Store sering menandai konten di Twitter selama proses peninjauan aplikasi. 

(Dam/Isk)

5 dari 5 halaman

Infografis Cek Fakta: 6 Tips Cara Identifikasi Hoaks dan Disinformasi di Medsos

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS