Sukses

16 Persen Warga AS Pernah Bertransaksi Kripto

Liputan6.com, Jakarta - Popularitas aset kripto beberapa tahun belakangan ini semakin populer di berbagai belahan dunia.

Terkhusus di Amerika Serikat, survei terbaru dari Pew Research Center menemukan bahwa secara keseluruhan, 62% orang Amerika mengatakan telah mengetahui setidaknya sedikit tentang aset kripto.

Kemudian, 24% lainnya menyatakan telah mengetahui lebih banyak informasi tentang aset kripto. Sementara 13% sisanya mengatakan tidak mengetahui apa pun tentang aset kripto.

Terlepas dari popularitas aset kripto, menurut survei yang digelar pada 13-19 September 2021 itu, hanya 16% orang Amerika Serikat yang telah melakukan transaksi aset kripto.

Dari sisi demografi, rentang usia 18 hingga 29 tahun (31%) cenderung mengatakan bahwa mereka telah menggunakan aset kripto.

Kelompok usia ini diikuti oleh rentang 30-49 tahun (21%), 50-64 tahun (8%), dan 65+ tahun (3%).

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Temuan Lain

Orang Asia, Kulit Hitam, dan Hispanik di Amerika Serikat lebih cenderung mengatakan pernah berinvestasi, memperdagangkan, atau menggunakan mata uang kripto dibandingkan dengan orang Kulit Putih.

Dilihat dari aspek pendapatan rumah tangga, menurut laporan tersebut, tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik, yakni masing-masing 17%, 17%, dan 15% untuk pendapatan atas, menengah, dan bawah.

3 dari 4 halaman

Kekhawatiran Regulator

Laporan ini muncul di saat para pemimpin pemerintah dan lainnya memperdebatkan regulasi aset kripto.

Regulator keuangan menyatakan khawatir tentang pengawasan aset kripto karena sifatnya yang terdesentralisasi dan tanpa otoritas pusat yang mengelola dan mempertahankan nilainya.

4 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: 10 Mata Uang Kripto dengan Valuasi Terbesar