Sukses

Top 3 Tekno: Sandiaga Uno Minta Blokir Game Fortnite Jadi Sorotan

Liputan6.com, Jakarta - Menparekraf Sandiaga Uno menginstruksikan jajarannya untuk mengkaji, sekaligus memblokir game Fortnite agar tidak dimainkan oleh anak-anak.

Gim itu tersandung masalah karena dianggap menghina ikon yang mirip dengan Kabah. Berita ini menjadi sorotan para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (5/7/2021) kemarin.

Terkait hal ini pengembang Fortnite membantah kabar yang menyebut gim tersebut mengajak pemain menghancurkan Kabah.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Pemain Hancurkan Bangunan Mirip Kabah, Sandiaga Uno Bakal Blokir Game Fortnite

Game battle royale Fortnite bikinan Epic Games tersandung masalah karena dianggap menghina ikon yang mirip dengan Kabah.

Nyatanya, polemik game Fortnite yang mewajibkan pemainnya untuk menghancurkan bangunan mirip Kabah itu disoroti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno.

Sandiaga Uno pun langsung menginstruksikan jajarannya di Kemenparekraf untuk mengkaji, sekaligus memblokir game Fortnite tersebut agar tidak dimainkan oleh anak-anak.

Baca selengkapnya di sini 

 

2 dari 3 halaman

2. Pengembang Fortnite Bantah Game Besutannya Ajak Pemain Hancurkan Kabah

Pengembang Fortnite membantah kabar yang menyebut gim tersebut mengajak pemain menghancurkan Kabah.

Bantahan dilayangkan setelah Direktur Al-Azhar International Center untuk e-Fatwa Osama Al-Hadidy mengecam munculnya gambar mirip Kabah yang dapat dihancurkan di gim Fortnite.

Mengutip laman berita The New Arab, Senin (5/7/2021), ada sejumlah video dan gambar yang memperlihatkan model render Kabah di gim Fortnite. Video dan gambar tersebut mulai trending di media sosial di jazirah Arab.

Baca selengkapnya di sini 

 

3 dari 3 halaman

3. Orangtua di Inggris Minta Amazon Ganti Nama Alexa, Kenapa?

Seorang gadis di Inggris menjadi korban perundungan (bullying) di lingkungan sekolah karena memiliki nama Alexa.

Karena itu, orangtua gadis tersebut meminta Amazon untuk mengganti nama asisten virtual bernama Alexa.

Gerah selalu di bully oleh teman-temannya, orangtua si gadis remaja itupun secara resmi mengganti namanya.

Baca selengkapnya di sini