Sukses

Top 3 Tekno: Dana Rp 336 Miliar untuk Jamin Keselamatan Mark Zuckerberg Tuai Perhatian

Liputan6.com, Jakarta - Facebook menghabiskan dana US$ 23 juta atau setara Rp 336 miliar untuk menjamin keselamatan CEO Mark Zuckerberg sepanjang 2020.

Berita ini menuai perhatian para pembaca di kanal Tekno Liputan6.com, Senin (12/4/2021) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari Super Seducer: How to Talk to Girls dan Super Seducer 2: Advanced Seduction Tactics yang batal meluncur di konsol milik Nintendo.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Facebook Habiskan Rp 336 Miliar untuk Jamin Keselamatan Mark Zuckerberg di Tengah Pandemi

Facebook menghabiskan US$ 23 juta atau setara Rp 336 miliar untuk menjamin keselamatan CEO Mark Zuckerberg sepanjang 2020. Informasi ini diketahui dari laporan Facebook di Security and Exchange Commission.

"Dia (Mark Zuckerberg) identik dengan Facebook. Akibatnya, sentimen negatif terkait perusahaan kami secara langsung dikaitkan dan seringkali dialihkan ke tuan Zuckerberg," kata perwakilan Facebook mengenai peran sang CEO Mark Zuckerberg, demikian dikutip dari The Verge, Senin (12/42021).

Berdasarkan tinjauan, biaya program keamanan untuk melindungi keamanan Mark Zuckerberg dan keluarganya meningkat pada 2020. Peningkatan terjadi karena protokol perjalanan di masa Covid-19 serta cakupan keamanan Mark Zuckerberg selama musim Pilpres AS 2020.

Baca selengkapnya di sini

2. Dua Gim Nintendo Switch Batal Dirilis, Kenapa?

Super Seducer: How to Talk to Girls dan Super Seducer 2: Advanced Seduction Tactics, dua gim untuk konsol Switch yang mengundang kontroversi akhirnya batal meluncur di konsol milik Nintendo.

Hingga saat ini, masih belum jelas mengapa Nintendo memutuskan untuk melarang kedua gim itu meluncur di konsol Switch.

Akan tetapi, beberapa meyakini hal tersebut berhubungan dengan fakta sekuel gim itu ditolak oleh Steam, atau setidaknya itulah yang dipikirkan oleh pengembang gim.

Baca selengkapnya di sini

2 dari 2 halaman

3. Kelompok Hak Sipil Muslim Tuntut Facebook Terkait Ujaran Kebencian

Sebuah kelompok hak sipil Muslim menggugat Facebook dan eksekutifnya, yang menuduh CEO Mark Zuckerberg membuat pernyataan "palsu dan menipu" kepada kongres, ketika dia mengatakan perusahaan telah menghapus ujaran kebencian dan materi lain yang melanggar aturan.

Gugatan yang diajukan oleh Muslim Advocates di Washington, DC, Amerika Serikat (AS) ke Pengadilan Tinggi, mengklaim Zuckerberg dan eksekutif senior lainnya terlibat dalam kampanye terkoordinasi untuk meyakinkan publik, perwakilan terpilih, pejabat federal dan pemimpin nirlaba di ibu kota negara itu, bahwa Facebook adalah produk yang aman.

Gugatan tersebut mengklaim Facebook berulang kali diperingatkan tentang ujaran kebencian dan seruan untuk melakukan kekerasan di platform-nya. Perusahaan juga dituduh tidak melakukan apa pun atau aksinya dalam menangkal ujaran kebencian dianggap sangat sedikit.

Baca selengkapnya di sini