Sukses

Top 3 Tekno: LG Keluar dari Bisnis Smartphone Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta - Beberapa bulan belakangan terakhir, kabar tentang LG akan keluar dari bisnis smartphone santer terdengar.

Akhirnya, LG mengonfirmasi kabar tersebut lewat pernyataan resminya. Kabar LG tak lagi berkecimpung di bisnis smartphone ini mencuri perhatian pembaca kanal Tekno Liputan6.com, Senin (5/4/2021).

Artikel lain yang menjadi perhatian pembaca, antara lain tagar Pray For NTT bergema di Twitter dan perangkat terpopuler yang dipakai pengguna mengakses konten online.

Lebih lengkapnya simak berita berikut ini.

1. LG Resmi Hengkang dari Bisnis Smartphone

LG Rollable tetap akan meluncur di pasaran. (Doc: LG)

LG akhirnya secara resmi mengumumkan akan menarik diri dari bisnis smartphone. Kabar ini sebenarnya sudah marak beredar di internet sejak awal 2021.

Mengutip keterangan resmi LG via XDA Developers, Senin (5/4/2021), perusahaan mengonfirmasi penutupan divisi smartphone-nya.

Tak hanya itu, perusahaan juga menyatakan tidak akan memproduksi dan menjual ponsel baru.

Baca Selengkapnya di Sini

 

2 dari 3 halaman

2. Pray For NTT Bergema di Twitter Berisi Doa dan Harapan Warganet

Banjir Bandang melanda Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (4/4/2021). (Foto: Dokumentasi BNPB)

Sejumlah wilayah NTT (Nusa Tenggara Timur) diketahui telah mengalami banjir bandang. Salah satunya terjadi di Kabupaten Flores Timur pada Minggu 4 April 2021.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur pun mencatat banjir bandang tersebut menelan sejumlah korban jiwa.

Peristiwa yang terjadi di sejumlah wilayah NTT ini langsung menuai respons warganet di Twitter. Berdasarkan pantauan Tekno Liputan6.com, Senin (5/4/2021), #PrayforNTT kini ada di puncak Trending Topic.

Baca Selengkapnya di Sini

 

3 dari 3 halaman

3. 72 Persen Orang Indonesia Akses Konten Media via Perangkat Mobile

Digital Media Landscape Indonesia 2021. Dok: Dable

Platform content discovery, Dable, merilis 'Digital Media Landscape Indonesia 2021' yang menjelaskan data perilaku konsumsi konten media berdasarkan pada gender, usia, dan perangkat yang dimiliki pengguna (50,4 persen laki-laki dan 49,6 persen perempuan).

Distribusi berdasarkan usia menunjukkan bahwa pengguna berusia 25 sampai 34 tahun berada di urutan teratas dalam hal tingkat konsumsi konten yaitu 35 persen, disusul pengguna berusia 18 sampai 24 tahun dengan tingkat konsumsi konten 28,6 persen.

Menariknya, secara khusus perempuan berusia 18 sampai 24 tahun dan 25 tahun sampai 34 tahun berada di ranking pertama dan kedua dalam hal konsumsi konten media.

Baca Selengkapnya di Sini

(Ysl/Isk)