Sukses

5 Tips Deteksi Misinformasi yang Berseliweran di Internet

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa cek fakta bisa membantu melawan kebohongan atau misinformasi.

Dalam laporan terbaru yang didukung Google News Initiative, peneliti Ethan Porter, Thomas Wood, dan Yamil Velez menemukan bahwa koreksi dalam bentuk cek fakta dapat mengurangi efek misinformasi pada kepercayaan masyarakat seputar vaksin Covid-19.

Namun demikian, cek fakta bukan untuk kalangan profesional semata. Setiap hari, orang mencari sumber untuk mengonfirmasi atau menyangkal informasi yang mereka ragukan.

Selama 12 bulan terakhir, Penelusuran frasa “is it true that…” (‘apakah benar...’) di Google lebih tinggi dari "how to make bread…” (‘cara membuat roti’).

Itu sangat menarik, mengingat penelusuran cara membuat roti sourdough sendiri di rumah juga naik signifikan tahun lalu. Penelusuran untuk "apakah benar..." mencapai titik tertinggi sepanjang masa di seluruh dunia pada Oktober 2020.

Dalam menyambut Hari Cek Fakta Internasional pada 2 April, berikut lima tips sederhana untuk membantu kamu mengenali misinformasi di internet dengan lebih baik.

1. Cari Tahu Sumbernya

Pernahkah kamu menemukan artikel atau cerita mengejutkan dari situs web yang sama sekali belum pernah kamu dengar? Pertama, cek apakah sumbernya itu valid.

Setelah mencari sumbernya, kamu bisa mengetuk ikon menu yang ada di samping sumber untuk mempelajari hasilnya lebih lanjut (saat ini hanya tersedia dalam bahasa Inggris di Amerika Serikat).

Jika hasilnya diklik, kamu bisa melihat informasi mengenai situs tersebut di bagian “About this result” (Tentang hasil ini), tetapi sebaiknya cari lagi informasi di tempat lain.

Kamu bisa mencari informasi lebih lanjut tentang suatu situs dengan meminta Google untuk menghapus hasil penelusuran dari domain yang bersangkutan.

Misalnya, jika kamu ingin mencari informasi tentang YouTube dari situs lain, kamu bisa meminta Google untuk menghapus hasil penelusuran dari domain youtube.com.

 

2 dari 5 halaman

2. Cek Gambar

Satu gambar bisa bermakna 1.000 kata. Namun, gambar juga bisa diambil di luar konteks atau diedit untuk menyesatkan orang yang melihatnya.

Kamu bisa menelusurinya dengan menggunakan gambar. Caranya klik kanan pada gambar atau foto, lalu pilih “Telusuri gambar ini di Google".

Kamu juga bisa melakukannya di smartphone dengan menyentuh lama gambar tersebut. Tindakan ini akan menelusuri gambar dan memeriksa apakah gambar tersebut pernah muncul di internet dan dalam konteks apa, sehingga kamu bisa tahu jika makna gambar telah diubah dari aslinya.

 

3 dari 5 halaman

3. Lihat Liputan Berita

Jangan terpaku pada satu sumber saja. Lihat bagaimana (dan apakah) situs berita lainnya juga mewartakan peristiwa yang sama sehingga kamu bisa tahu gambaran besarnya.

Beralihlah ke mode berita atau telusuri suatu topik di news.google.com. Pastikan untuk mengklik “Liputan Lengkap” jika opsi ini tersedia. 

 

 

 

 

4 dari 5 halaman

4. Tanyakan Kepada Pengecek Fakta

Pengecek fakta mungkin sudah pernah membahas cerita aneh yang kamu dapatkan dari orang lain atau grup chat, sehingga kamu bisa tahu kebenarannya.

Coba periksa topik mencurigakan di Fact Check Explorer yang mengumpulkan lebih dari 100.000 verifikasi informasi dari penerbit berita kredibel di seluruh dunia, atau cekfakta.com yang merupakan kolaborasi 24 redaksi berita Indonesia yang dibentuk pada 2018.

 

5 dari 5 halaman

5. Gunakan Google Maps, Earth, atau Street View untuk Verifikasi Lokasi

Cerita bohong tentang peristiwa yang terjadi di tempat yang jauh dapat cepat menyebar karena kurangnya pemahaman kita tentang lokasinya.

Jika kamu ingin tahu apakah sebuah foto benar-benar diambil dari lokasi yang diklaim, coba periksa di Google Earth atau lihat Street View lokasinya di Google Maps.

Anggap saja seorang teman mengirimi kamu artikel bahwa ada Bigfoot terlihat sedang berjalan-jalan di Menara Eiffel di Paris, Prancis.

Untuk mengecek kebenarannya, kamu bisa menelusuri Menara Eiffel di Street View untuk memastikan kalau tidak ada topi koboi merah besar di puncak menara (seperti yang ada di Paris, Texas). Kalau bagian itu saja sudah tidak benar, bisa jadi isi artikelnya juga mencurigakan.

(Isk/Ysl)